Bersih Desa, Kabupaten Magetan


Bersih Desa, Tak Sekedar Selamatan

RABU, medio November 2012, warga Dusun Waru Tunggal, Desa Tegalarum, Kec. Bendo, Kab. Magetan, menggelar hajatan “syukuran desa”.

Tradisi bersih desa (ada yang menyebut syukuran desa, sedekah bumi, selamatan desa) merupakan tradisi yang berlangsung di desa-desa di Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
maupun Jawa Barat. Tradisi itu biasanya digelar pada saat suroan atau tahun baru Saka. Namun juga tak jarang dige- lar setelah masa panen. Tak jarang Bersih Desa di beberapa desa, baik di Magetan, MadiunPonorogo, Ngawi maupun Pa citan digelar meriah dengan beberapa pertunjungan tradisional, sepertitayub, wayang kulit, reog pono- rogo, campur sari, ludruk, ketoprak, hingga orkes Melayu
atau Gambus dan karnaval pawai arak-arakan. Bahkan di beberapa desa yang memiliki
tempat wisata seringkah dilak sanakan besar-besaran dan meriah untuk menarik wisatawan. Lihat saja di desa-desa di sekitar Te­laga Sarangan, Kec. Plaosan, Magetan, tradisi bersih desa selalu dibarengkan dan berlangsung dalam beberapahari dalam bulan Jawa Ruwah, menjelang bulan Ramadhan. Dan puncak rangkai­an

Sejak siang hari beberapa warga berkumpul di pusat dusun menunggu atraksi reog ponorogo yang akan bekeliling dusun. Lalu sorenya, warga berkumpul di makam atau punden untuk menggelar selamatan, yang dipungkasi dengan pergelaran kesenian tayub.

Keunikan muncul saat warga berbondong-bondong ke makam dusun dan berkumpul di sebuah balai. Usai pembagian tumpeng selamatan kepada warga, maka seni tayub dimulai, yang diawali pengalungan sampur (selendang tari) kepada kepala desa. Lalu diikuti sekretaris desa dan kamituwo, dan kemudian warga yang ingin menari bersama dua pesinden.

“Tradisi selamatan desa atau bersih desa ini digelar tiap tahun, ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan kecukupan hasil panen dan ketenteraman di desa,”ujar Adi Sucipto, Kades Tegalarum.

Menurut Adi Sucipto, tradisi ini sudah mengalami pergeseran sesuai jamannya. Misalnya, dulu hampir semua warga berbondong-bondong ke punden, tapi sekarang sudah berkurang. Bila dulu digelar besar-besaran hingga semalaman, tapi sekarang cukup sederhana dan tidak sampai maghrib sudah selesai. “Semua tergantung kondisi di desa masing-masing. Karena kepercayaan masyarakat, maka tiap tahun pasti diadakan meskipun sekedar selamatan di balai desa atau balai dusun,”ujar mantan anggota pasukan perdamaian PBB di Kamboja ini.

Bersih desa dilangsungkan acara rit­ual adat larung sesaji Telaga Sarangan. Selain bersyukur kepada Tuhan, melalui acara adat ini kami juga ingin memohon agar Telaga Sarangan tetap lestari dan warganya hidup sejahtera,” ujar Sunarto, sesepuh desa di sekitar Telaga Sarangan.

Dalam ritual adat ini, Tumpeng Gono Bahu setinggi dua meter lebih, diarak dan dilarung ke dalam Telaga Sarangan. Tumpeng ini, merupakan simbol ucapan syukur warga Sarangan kepada Tuhan YME atas limpahan rahmat dan berkah selama satu tahun penuh.

Selain Tumeng Gono Bahu, masih terdapat lagi tumpeng ukuran besar yang berisi sayuran dan hasil bumi di sekitar Telaga Sarangan.

“Selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini juga untuk meningkatkan jum­lah kunjungan wisatawan ke Telaga Sa­rangan,” Kata Bupati Magetan, Soemantri, yang memimpin acara tersebut, (gas.bdh)

SUARA DESA, hlm. 34

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Magetan, Th. 2013 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Bersih Desa, Kabupaten Magetan

  1. Ping balik: Bersih Desa Waru Tunggal | infomagetan.com

  2. Ping balik: Sandal Kulit Wanita Magetan | Sendal Wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s