Ngurit, Upacara Adat Jawa Timur


Penduduk desa Sawoo dan Grogol sebagian besar menganut agama Islam. Namun demikian penduduk di kedua desa tersebut masih menjalankan upacara-upacara adat yang sebenarnya tidak termasuk dalam ajaran agama Islam. Penduduk di kedua desa tersebut semua percaya ada kekuatan gaib.

Hal ini tampak dalam beberapa upacara yang masih dilakukan hingga sekarang. Utamanya upacara yang berhubungan dengan pertanian,  Upacara-upacara tersebut dilaksakan, selain sebagai permohonan perlindungan, juga dimaksud sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Apabila sawah telah dikerjakan maka benih segera ditabur (ngurit). Pada saat ini diadakan selamatan de­ngan sajian nasi golong & Jenang abang jenang sengkolo cok bakal, jeroan ayam (isi perut ayam).

Maksud selamatan tersebut agar benih yang ditabur dapat tumbuh subur. Setelah upacara ngurit. upacara selanjutnya ialah pada saat tandur (menanam). Pada saat ini diadakan sajian sederhana yang berwujud cok bakal yang diletakkan di petak sawah, dimana tandur dimulai.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil  Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Sistim Kepemimpinan Dalam Masyarakat Pedesaan Daerah JawaTimur; Proyek Inventarisasi Dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan 1983/1984

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seni Budaya, Th. 1984 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s