Labuh, Upacara Tradisional Jawa Timur


Penduduk desa Sawoo dan Grogol hampir seluruhnya petani, oleh karena itu menganggap upacara adat yang berhubungan dengan pertanian merupakan suatu peristiwa yang amat sangat penting bagi mereka, dan tidak boleh dilupakan.

Mereka percaya jika melalaikan hal tersebut, Akan banyak musibah yang menimpa, utamanya yang berhubungan dengan pertanian, misalnya, lahan pertanian/sawah diserang hama,  sawah kebanjiran dan lain sebagainya, yang membuat gagal panen.

Jenis upacara yang berkaitan dengan pertanian tersebut yang hingga sekarang masih dilaksanakan dan dipercaya, salah satunya adalah upacara labuh.

Upacara labuh yaitu upacara adat yang dilaksakan, pada saat akan mengerjakan sawahnya. Upacara ini diadakan di pintu air yang  disebut DAM.

Upacara labuh dilaksanakan oleh para pemilik sawah yang memanfaatkan air dari dam tersebut.

Pada saat selamatan labuhan para pengikut upacara membawa sajian nasi asahan. Disamping itu di dam tersebut mereka menyembelih kambing, yang dimasak dan dimakan bersama-sama di tempat itu juga.

Adapun maksud upacara tersebut ialah agar di dalam mengerjakan sawah tidak mendapat halangan.

Setelah upacara labuh sawah mulai dikerjakan, pada saat mengerjakan sawah ini tidak ada selamatan.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pacitan, Seni Budaya, Th. 1984 dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s