Batik Tulis, Pondok Pesantren, Kabupaten Pamekasan


PP. Miftahul Ulum Pamekasan, Batik Tulisnya Merambah Malaysia dan Arab Saudi. 

Siapa sangka kerajinan batik bisa diproduksi dari pondok pesantren? Tapi itulah yang dilakukan PP. Miftahul Ulum Kebun Baru Pamekasan. Kerajinan batik tersebut tak begitu sulit dilakukan insan- insan pesantren. Sebab tradisi batik se­cara turun temurun telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kultur masya­rakat Madura khususnya masyarakat Pamekasan.

Latar sosial yang demikian itulah, yang mendorong usaha batik di pesantren ini menjadi sangat menonjol. Memang cukup banyak sentra kerajinan batik di pulau Madura. Seperti sentra batik tulis Tanjung Bumi di Bang­kalan, sentra batik tulis Banyumas Klam-par di Pamekasan, dan sentra batik tulis Pekandangan di Sumenep. Kebanyakan sentra batik Madura merupakan usaha kecil menengah, yang dikeijakan di ru­mah-rumah. Kegiatan membatik sudah menjadi kegiatan mengisi waktu luang bagi ibu-ibu di sana.

Di Pamekasan sendiri, banyak peng­rajin dan pengusaha batik bermukim dan mengembangkan usahanya di wilayah tersebut. Bahkan daerah ini dikenal se­bagai salah satu sentra industri kerajinan batik yang paling banyak dihuni para pengrajin dan pengusaha batik. Tradisi batik yang tertanam cukup kuat di kalang­an masyarakat, telah membuat budaya membatik dan memakai kain batik terpe­lihara dengan baik di daerah tersebut.

Kian waktu para pengrajin dan pe­ngusaha batik di pulau garam semakin bergairah memproduksi kain batik. Kegai­rahan itulah yang mendorong PP. Mifta­hul Ulum – yang lebih dikenal dengan pesantren Kebun Baru – bertambah giat dalam memproduksi batik. Produk ter­sebut kerap menghadirkan motif-motif terbaru dan batik tulis Madura, yang mu­dah didapat dan dijangkau oleh lapisan masyarakat manapun. Tangan-tangan terampil dari insan-insan pesantren itu sangat kreatif. Itulah yang membuat masyarakat merasa senang dan kian akrab dengan kerajinan batik hasil karyanya. Produk mereka^ak saja terdistribusi ke pasar-pasar di wilayah Madura, melainkan juga menyebar di berbagai agen di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, serta di kota-kota metropolitan di penjuru tanah air.

Yang lebih membanggakan lagi, kreativitas tangan-tangan halus me­reka sudah bisa dinikmati oleh pecinta batik tulis di luar negeri, karena batik tulis produksi pondok Kebun Baru sudah me­rambah ke Malaysia dan Arab Saudi. Di pesantren ini, batik tulis bahkan telah menjadi kurikulum muatan lokal yang diajarkan pada sekolah-sekolah di lingkungan pondok Kebun Baru. Menu­rut Abdul Aziz, S.Pd.I, seorang guru ke­terampilan yang mengajarkan batik tulis di sana, pelajaran keterampilan membatik sudah diajarkan sejak tahun 1970. “Seba­gai bentuk seni budaya, batik tulis Ma­dura memang banyak diminati konsumen baik lokal maupun internasional,” tan­dasnya.

Kepopuleran batik tulis Madura, dikarenakan motifnya memiliki keunikan tersendiri; warna-warnanya terkesan sa­ngat berani – yang itu tak dimiliki batik tulis dari daerah lain. Gaya dan modelnya juga sangat bebas, serta mempunyai ka­rakter yang kuat. Dengan lebih dari seribu motif, wajar jika batik tulis Madura menjadi terkemuka di pasaran. Namun demikian, para pengusaha batik di sana masih mempertahankan produksi tradisional, yang ditulis dan diolah dengan cara tradisional. Itulah pasalnya, kenapa pesantren Kebun Baru juga mempertahankan hal yang sama. Meski pondok ini pernah memperoleh bantuan alat pengecapan batik dan disain komputer dari Dinas Perindustrian, agar dapat membantu produktivitasnya secara lebih efektif dan efisien, namun bantuan tersebut tidak terpakai.

Alasannya, karena mereka tetap mempertahankan Sifat tradisional yang sudah melekat  pada karya batik tulis Madura. Mereka khawatir dengan bantuan peralatan tersebut akan menghilangkan nuansa tradisional yang sudah dikenal oleh semua kalangan pencinta Tentu saja pesantren Kebun Baru tak hanya memproduksi kain batik saja. Sebab pondok ini juga dikenal dengan produk sarung dan sandalnya. Produksi sarung yang berlabel “Sarung Kebun Baru”, adalah merupakan hsiij^asama sarung BHS Gresik. Sarung tersebut telah dipasarkan di pasar-pasar swalayan dan juga pada para pemesan. Sedangkan mengenai sandal yang diproduksinya, adalah merupakan hasil kerja-sama dengan pabrik sandal di Jember.

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pondok Pesantren ini didirikan tanggal 14 Ramadlan 1391 H. bertepatan pada dengan tanggal 1 Januari 1970 M. oleh (alm.) K.H. Asy’ari bin Basyiruddin. Pondok Miftahul Ulum Kebun Baru memang dikenal kemandiriannya di bidang ekonomi.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil  Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : MPA 314 I November 2012, hlm. 28

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Th. 2012 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s