Makam Ploso (Medalem), Kaupaten Tuban


Di dusun Soko Desa Medalem Kecamatan Senori ada makam yang dikenal dengan nama Makam Ploso, oleh sebagian penduduk setempat, makam tersebut sebagai Makam Sunan Kalijaga. Pada tahun 1999 sebelum KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden beliau mengunjungi dusun Soko untuk berziarah Makam Ploso. Melalui kunjungan itulah dibenarkan bahwa makam tersebut adalah makam wali atau makam Sunan Kalijaga, sehingga sampai sekarang makam tersebut tetap diziarahi dan diadakanhaul setiap tahunnya (di bulan Muharram).

Di tempat tersebut terdapat sembilan pohon ploso yang melambangkan sembilan bintang. Bintang yang lima melambangkan Rasulullah dan empatsahabatnya sedangkan 4 bintang lainnya melambangkan 4 madzab. Itulah tempat yang sekarang diberi nama Makam Ploso.Sunan Kalijaga sering singgah ke Soko dan Medalem, maka kedua tempat itu dinamakan Soko dan Medalem. Kata soko berasal dari sangking yang artinya dari, dan medalem yang berasal dari kata ndalem yang berarti rumah.

Sunan Kalijaga lahir di Tuban dengan nama Raden Sahid. Sunan Kalijaga meru- pakan putra dari se- orang Adipati Tuban, Tumenggung Wilotikto. Ia dibesarkan diling- kungan istana.Setelah beranjak remaja,ianakal dan menjadi penyamun dengan mencuri barang- barang upeti di gudang penyimpanan dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Ia dikenal dengan sebutan Brandal Lokajaya.

Pada suatu hari Lokajaya melakukan perjalanan jauh, ditengah jalan iabertemu dengan seorang kakek tua (Sunan Bonang) yang membawa tongkat dari emas.Lokajaya pun ingin mengambil tongkat tersebut.Oleh Sunan Bonang, ia ditunjukkan buah aren dari emas, dari situlah akhirnya Lokajaya sadar dan ingin menjadi murid dari Sunan Bonang.Sunan Bonang mau menerimanya sebagai niurid asalkan ia mau menjaga tongkatnya disungai dan tidak boleh meninggalkannya.

Tak terasa waktu sudah berjalan tiga tahun, Sunan Bonang datang dan membangunkan Lokajaya yang tubuhnya penuh dengan lumut. Dari situlah nama Sunan Kalijaga berasal, yaitu kali artinya sungai dan jaga yang artinya menjaga.Pada saat Sunan Kalijaga masih menjadi Brandal Lokajaya, iasering singgah di dusun Soko Desa Medalem. Dan saat penyerbuan Demak ke Majapahit dibawah pimpinan Sunan Kalijaga, Soko Medalem juga digunakan tempat singgah mereka.Jadi, di Soko Medalem terdapat persinggahan atau napak tilas Sunan Kalijaga

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TUBAN BUMI WALI; The spirit of harmoni, Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, 2013, hlm.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Th. 2013, Tuban, Wisata, Wisata Relegi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s