Agus Kuprit, Kabupaten Sidoarjo


agus-kuprit1 Desember 1958, Agus Ali Sahid lahir di Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Selanjutnya lebih dikenal dengan julukan panggung Agus Kuprit. Ayahnya Maripen almarhum, seniman ludruk tobong.
Cak Agus beristrikan Suprapti Hartini, dan dikarunia dua anak Denis Karisca dan Anggi Prasetyo.

Tahun 1966, Cak Agus sekolah di SDN I Tulangan, Sidoarjo.

Tahun 1971, Cak Agus melanjutkan ke ST Negeri I Sidoarjo.
Tahun 1974, Cak Agus melanjutkan ke STM Pancasila Semarang,namun tidak tamat. Ia ikut rombongan ludruk berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, melakoni kehidupan tobong dan merasakannya. Meski ketika itu sebatas membantu mendekorasi panggung. Selanjutnya Cak Agus mulai belajar bermain ludruk, melawak, dan melantunkan kidung.

Tahun 1976, Cak Agus yang kala itu pelajar STM Pancasila, Semarang, Jawa Tengah. Siang hari sekolah, malamnya saya ikut main ludruk dan mulai bisa ngidung.

Tahun 1977-an, Cak Agus dalam usia muda dia sudah bergabung dengan grup ludruk tobong Jawa Timur pimpinan A Manab (almarhum) yang waktu itu setiap malam tampil di panggung Taman Hiburan Rakyat (THR) Semarang.

Tahun 1980-an, Cak Agus bersama seniman ludruk di Surabaya juga ngeludruk di klub malam di kawasan Basuki Rachmat, Surabaya (LCC dan Shinta).
Tahun 1981-1991, Cak Agus mengisi acara “Kidung Jenaka” TVRI Surabaya,

Tahun 1990, Cak Agus pindah dari satu panggung ke panggung lain menghibur penonton. “Saya sempat manggung di Kotabumi, Lampung, dan bertemu wong Krembung (tetangga desanya) yang jadi transmigran sukses sebagai petani cengkeh.

Tahun 1991,  Cak Agus Kuprit sebagai anggota ludruk RRI Surabaya hingga kini. Selain lewat radio, dia berharap bibit baru seniman ludruk bakal muncul lewat kompetisi kidungan jula-juli, seperti yang diadakan Surabaya Plaza Hotel maupun festival ludruk remaja/pelajar di Jawa Timur yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, Taman Budaya Jawa Timur juga menggelar program ludruk lintas generasi.

Tahun 1991, ia menghibur hadirin di TVRI Surabaya. Salah satu di antaranya Menteri Penerangan Harmoko. “Saat makan bersama, saya ungkapkan kalau melamar menjadi pegawai RRI Surabaya, tapi belum dipanggil.”
Harmoko lalu memanggil Kepala Stasiun RRI Surabaya, Zaenal Abas. Entah ada hubungannya atau tidak. Yang jelas, lanjut Agus Kuprit, “Alhamdulillah keinginan saya menjadi pegawai RRI terkabul.”

Tahun 1994, Cak Agus baru bisa membangun rumah sendiri di Kaplingan Kenongo, Tulangan, Sidoarjo.

Cak Agus menciptaan kidungan jula-juli, lebih dari dari sekitar 200-an, seniman pengidung dan pelawak ludruk, telah puluhan tahun ia tampil dari satu panggung ke panggung lain kesenian ludruk.=S1Wh0T0=

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seniman, Sosok, Th. 1994 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s