Legenda Madura 1, Jawa Timur


Mitos dan Sejarah Madura.

Masyarakat Madura mempercayai beberapa mitos yang melatar-belakangi kehidupan masyarakatnya, antara lain berupa mitos Raden Segoro yang mengisahkan puteri dari Prabu Gilingwesi, raja Medang Kamulan di Tanah Jawa yang bernama Dewi Bendoro Gung, karena hamil atas kehendak Dewata, tetapi karena ayahandanya tidak berkenan maka memerintahkan Patih Pragulang untuk membunuhnya.

Kemudian Patih Pragulang membawanya ke laut dengan menggunakan rakit tetapi sang Patih tidak sampai hati untuk membunuhnya, dan akhirnya sampailah di daratan yang kemudian dinamakan Madura, dari kata “madu” dan “oro” yaitu madu di tanah lapang.

Dalam perjalanan Dewi Bendoro Gung melahirkan seorang bayi laki-laki berwajah tampan dan diberi nama Raden Segoro. Pada usia 3 tahun Raden Segoro digoda oleh dua ekor ular naga dan atas nasehat dari Empu Polleng (nama samaran Patih Pragulang) maka dua ekor naga tersebut berubah menjadi 2 buah pusaka yang kemudian diberi nama Alugoro dan Nenggolo. Pada usia dewasa atas permintaan raja Medangkamulan Raden Segoro dapat mengusir musuh dari negeri Cina. Kemudian sekembali dari Tanah Jawa dia menanyakan

kepada ibunya, siapa sebenarnya ayahnya, tetapi kemudian ibunya murka, tempat tinggal Raden Segoro berubah menjadi kerajaan Nepa. Kerajaan ini sekarang menjadi Hutan Nepa, perajurit-perajuritnya menjadi kera. Kini Nepa merupakan Taman Wisata Hutan Kera, terletak di Hutan Nepa, kecamatan Banyuates, 42 km sebelah utara kota Sampang.

Nukilan =S1WhoT0= dari: Tanpo Aran.

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Legenda, Madura, Sejarah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s