Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Kabupaten Tuban


Pondok Pesantren ini berada di Kelurahan Kingking Keca- matan Tuban. Awal mula berdirinya Pondok Pesantren Ash- ShomadiyahMakam Agung ini sekitar tahun 1700-an Masehi oleh SyekhShomadiyah, seorang waliyullah yang berasal dari Morosemo dan makbarohnya ada di belakang masjid Makam Agung Tuban.

Konon, cikal bakal Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah ini bermula ketika Mbah Shomadiyah yang selalu rutin shalat jama’ah maghrib dan isya’ di Masjid Agung, sebelah barat Alun- alun Tuban. Jalan yang dilalui Mbah Shomadiyah berjalan kaki ke masjid terdapat markas Belanda. Pada jam-jam sore itulah kegiatan kompeni bersenang-senang dengan membunyikan musik. Ketika Mbah Shomadiyah lewat, suara musik itu tiba-tiba tidak bunyi.

Begitu Mbah Shomadiyah sudah berlalu, suara musik bisa berbunyi lagi. Begitu kejadian berulang-ulang setiap petang terjadi. Akhirnya penguasa Belanda berupaya supaya Mbah Shomadiyah tidak melewati jalan tersebut, maka diupay^kan Mbah Shomadiyahpunya lahan dan masjid sendiri supaya tidak jalan lewat markas Belanda tersebut. Tempat itulah yang kini terkenal dengan nama kompleks Pondok Pesantren Makam Agung.

Lembaga pendidikan ini dahulunya hanya sebuah masjid kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Makam Agung, SyekhShomadiyah mengajarkan ilmunya dan menggembleng masyarakat sekitar untuk shalat jamaah dan mengaji atau ta’lim.Mbah Shomadiyah mengasuh pondok pesantren ini hingga wafat dan kepengasuhan diteruskan oleh keturunannya.

Mbah Shomadiyah mempunyai lima orang putra, salah satu dari lima putra tersebut adalah H. Ma’ruf. Dari jalur H. Ma’ruf inilah menurunkan lima putra juga, yaitu : Badrul Jamal, Ya’qub, Basyar, Dahlan dan Shidiq. Ya’qub mempunyai putra bernama Fatiyah yangmempunyai putra Muhyiddin Faqih. Sedangkan Basyar berputrakan Sholih, yang menurunkan empat putra yaitu Ahmad Shifa’, Shofi Sholih, Adib Sholih, dan Afwah. Dahlan berputra Muhdi yang mempunyai putra Hamzah dan Hanafi. Sedangkan Shiddiq berputrakan Ali yang tinggal di Maibit.

Masa kejayaan Ponpes ash-Shomadiyah tidak terlepas dari figur KH. Ahmad Shifa’ Sholih atau Mbah Syifa’ (wafat tahun 2009). Beliau termasuk tokoh agama yang sangat disegani pada masanya. Pada masa kepemimpinan Mbah Syifa’ ini mulai dirintis dan difasilitasi pendirian lembaga pendidikan formal di lingkungan pesantren Shomadiyah, mulai dari memfasilitasi sarana gedung dan tanah untuk SDI dan SMP Mu’alimin, yang kemudian pada tahun 1992 berdiri Madrasah Aliyah ash-Shomadiyah, dan pada tahun 1996 berdiri tingkat MTs. Selain nama besar Mbah Syifa’, terdapat neme besar nama lain yang melegenda di lingkungan Ash-Shomadiyah yaitu KH. Syarif (Mbah Syarif). Mbah Syarif ini sangat terkenal dengan sikap ikhlas dan sederhananya.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TUBAN BUMI WALI; The spirit of harmoni, Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, 2013, hlm.251-152

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Th. 2013, Tuban, Wisata, Wisata Relegi dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Kabupaten Tuban

  1. muhammad 'amri berkata:

    Assalamu alaikum… maaf saudara, saya hanya ingin menambahkan bahwa anak KH. Sholeh bin Kh. Basyar ada satu lagi dari istri kedua (Milati) setelah istri pertama beliau wafat, nama anak beliau adalah M. Fathur Rahim. Dan beliau kini alhamdulillah masih hidup dan tinggal di jakarta.

  2. rozy fuad berkata:

    Tlng diluruskan karna Mbah Basyar itu punya putra Soleh juga Basyariyah yang Basyariyah ini kawin dg Mbah Murtadlo assato yang menjadikan pondok asshomadiyah lebih maju lagi keilmuannya.

    • Tolong kalau punya rujukannya kami bisa diinfokan…

      • agusfuad berkata:

        Di belakang masjid pondok ashomadiyah jg ada makamnya mbah murtadho kumpul dg makamnya mbah ashomadiyah itu jelas mbah murtadho itu termasuk yg meneruskan kepemimpinan mbah ashomadiyah bahkan santri2nya bertebaran sampai ke yokohama jepang KH. Abdurrahman otto & kitab karangannya mbah murtadho sampai di ajarkan di pondok langitan tuban tapi nyatanya dilupakan dlm sejarah jawa timur, padahal bangsa yg besar bangsa yg tidak melupakan sejarahnya

      • Setuju sekali… Mas Agus

      • soleh.roesydi@gmail.com berkata:

        Mohon untuk bisa ditambahkan sebagai pelengkap bahwa Mbah Basyar juga juga mempunyai seorang putri bernama Fathimah yang di nikahi oleh Mbah Ma’soem dan mempunyai putra Abdul manan

  3. anam berkata:

    sekedar tanya apakah mbah shomadiyah yang dimaksud ini masih bagian dari dzuriyah dari mbah jabbar nglirip ya? saya ada info bahwa mbah shomadiyah adalah putra dari kyai ma’ruf dan cucu dr syech abdul jabbar tuban.. tapi apakah mbah shomadiyah yang dimaksud itu beliau atau bukan, ini yang kami butuhkan infonya.. terima kasih..

  4. anam berkata:

    ohya satu lagi apakah mbah shomadiyah punya putra atau mungkin menantu atas nama kyai khatib ya..? jika benar demikian adakah info mengenai maqom kyai khatib ya.. matur nuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s