Airlangga, Memindahkan Keraton Wotan Mas ke Kahuripan


Airlangga Memindahkan Keraton Wotan Mas ke Kahuripan, demi tercapainya perimbangan wilayah pengaruh,

AIRLANGGA0001Seperti telah dibicarakan, letak keraton yang pertama yaitu di, kira-kira dekat Surabaya sekarang. Tetapi kemudian sejak tahun 1033 dipindahkan. Pemindahan tersebut sudah tentu mempunyai arti yang penting.

Hal itu disebabkan karena adanya suatu kepercayaan bahwa pasang surutnya suatu ke­rajaan tergantung pada keraton. Karena alasan itulah kiranya Air­langga memindahkan keratonnya dari Wotan Mas ke Kahuripan. Sedangkan pemindahan dilaksanakan setelah perjuangan mempersatukan kerajaan hampir selesai.

Dalam pada itu perhubungan antara dengan Sriwijaya telah pulih sama sekali. Kini kedua fihak masing-masing mempunyai kepentingan untuk saling menghormati.

Sriwijaya menginsafi benar-benar bahwa ia harus senantiasa siap siaga. Ia harus waspada terhadap kemungkinan adanya serangan dari sebelah barat. Karena itu baginya lebih utama, apabila diadakan hubungan persahabatan dengan kerajaan Jawa Timur. Dengan demikian ia akan menjadi lebih kuat bila ia harus menghadapi musuh dari negeri lain.

Di lain pihak. Airlangga pun berpendirian serupa. Bukankah ia berhajat hendak mempersatukan kerajaan yang telah terpecah-pecah.

Bila ia ingin mencapai hasil yang memuaskan, ia terlebih dahulu harus mengadakan perdamaian dengan Sriwijaya. Ia tidak mengharapkan akan terulangnya kembali peristiwa tahun 1017. Maka karena itu ajakan Sriwijaya untuk hidup berdampingan dalam suasana persau- daraan disambutnya dengan gembira. Bahkan suasana persahabatan yang terjalin sejak tahun 1020. diabadikan dengan pendirian sebuah bangunan suci. Bangunan suci ini didirikan di Truneng (dekat Mojokerto) atas perintah raja Airlangga yang diberi nama Sriwijayasrama.

Hal lainnya yang lebih memperkuat hubungan baik itu adalah perkawinan antara Airlangga dengan puteri raja Sriwijaya. Telah diketahui bahwa puteri tersebut bernama Sanggramawijaya yang mempunyai peranan penting dalam mendampingi pemerintahan Air­langga. Selain sebagai prameswari iapun menduduki jabatan penting dalam susunan kepegawaian kerajaan Jawa Timur. Karena kedudu- kan dalam jabatan itu, ia dikenal dengan nama Rakryan Mahamantri i Hino atau suatu jabatan yang tertinggi sesudah raja.

Munculnya Sanggramawijaya di tengah-tengah keluarga keraton Airlangga, memberi kesan betapa kekalnya hubungan persahabatan antara Airlangga dengan Sriwijaya.

Berkat kecerdikan Sanggramawijaya dalam membantu mengatur siasat peperangan, Airlangga berhasil mempersatukan kembali peme­rintahan dalam waktu singkat.

Dengan selesainya perjuangan Airlangga menaklukkan musuh- musuhnya, maka timbullah suatu perbandingan kekuatan di Indo­nesia. Baik Sriwijaya maupun Airlangga saling membatasi daerah pengaruhnya.

Sriwijaya membatasi kekuasaannya terutama pada daerah-daerah sekitar Selat Malaka, Sumatera dan Semenanjung. Mungkin termasuk pula daerah sebelah pantai barat Kalimantan dan beberapa kepulauan di sekitarnya.

Karena itu Sriwijaya tetap menempati kedudukan yang kuat dalam perdagangan Sebaliknya, Airlangga membatasi kekuasaannya terutama di Jawa, Bali dan bagian timur dari kepulauan Indonesia. Seperti kita keta- hui kepulauan Indonesia bagian timur menghasilkan rempah-rempah yang disukai luar negeri. Rempah-rempah ini diperdagangkan melalui pelabuhan-pelabuhan di Jawa Timur.

Sejak masa itu terjadilah suatu pembagian Indonesia atas dua buah pusat kekuasaan. Sebelah barat di bawah kekuasaan Sriwijaya sedangkan sebelah timur di bawah kekuasaan Airlangga.

Bagaimanapun juga perlu dicatat bahwa perjuangan Airlangga ini merupakan perintis menuju ke arah persatuan Indonesia. Terutama sesudah tahun 1035, ia memerintah dengan damai atas negara yang diciptakannya. Segala daya upaya untuk memberi isi kepada hasil perjuangannya patut dijadikan sebagai teladan bagi para penguasa sesudah masanya. Tentang adanya pembagian wilayah pengaruh antara Sriwijaya dengan Airlangga. 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Drs. Kosih Sastradinata.  Airlangga Hidup Dan Perjuangannya, Penerbit Pt. Sanggabuwana Bandung, 1976, hlm

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kediri, Legenda, Sejarah, Surabaya, Th. 1976 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s