Masjid Al Mubaarok, Kabupaten Nganjuk


Masjid Al Mubaarok atau Masjid Yoni Al Mubaarok

Letak Masjid Al Mubaarok

Masjid Al Mubaarok yMasjid Al Mubaarok Kecamatan Berbekang terletaknya di sisi barat Lapangan Berbek, dari Kota Nganjuk jaraknyan sekitar 8 Km arah selatan. Tampak dengan berdiri megahnya. Masjid ini adalah merupakan salah satu masjid tertua di Daerah Nganjuk. Masjid Al Mubaarok didirikan pada Tahun 1745 M. Hal ini ditandai dengan Condrosengkala yang tertulis pada kanan dan kiri mihrab masjid yang berbunyi : Adege Masjid ing Toya Mirah sinengkalan. “Toto Caturing Pandito Hamadangi” (1745 M). Pada saat didirikan pertama kali, atapnya terbuat dari ijuk dan lantainya berupa katel (dibuat dari radukan tanah liat dan kapur), kerangka dari Kayu Jati dan khusus untuk atap antara usuk dan reng tanpa paku tetapi dinagel.

Pada masa pemerintahan Bupati Berbek pertama, KRT Sosrokoesoemo I (Kanjeng Jimat), Masjid ini dilengkapi dengan beberapa perangkat Mimbar, yang terbuat dari kayu jati. Di Mimbar ini terdapat tulisan Masjid ing Negari Toya Mirah. dilengkapi denganCondrosengkala. memakai huruf Arab dengan bahasa Jawa Bunyinya : “Ratu nitih Buto Murti” (1758 M). Dari angkatahun ini dapat diketahui, bahwa:

  1. Mimbar tersebut dibuat pada tahun 1758 M.
  2. Bedug dibuat pada tahun 1759 M.
  3. Atap Mimbar dibuat pada tahun 1759 M.
  4. Plancang Bedug/gantungan bedug dibuat tahun 1760 M.
  5. Atap masjid yang semula terbuat dari ijuk, diganti sirap.

Masjid yang semula temboknya belum diplester (lepo) ini kemudian pada tahun 1950 oleh KH. Dahlan (Penghulu Kabupaten Nganjuk) diperbaiki dan diplester (dilepo), lantainya ditegel dan atapnya yang semula sirap diganti genting.

Mulai bulan Agustus atas prakarsa LB. Moerdani, masjid yang masih peninggalan nenek moyangnya itu diadakan pemugaran dan penambahan bangunan. Pemugaran meliputi ruang induk 14 x 13,5 M, serambi 1 ukuran 14 x 9,5 M dan serambi 2 yang berukuran 14 x 5 m. Penambahan bangunan baru meliputi Menara Adzan setinggi 10 M, tempat wudhu ukuran 10 x 3 m, dan pagar depan sepanjang 35 M. Pemugaran dan penambahan bangunan ini selesai seluruhnya pada tanggal 5 Pebruari 1986, dan pada tanggal 7 Pebruari 1986 diresmikan penggunaannya oleh LB Moerdani yang didampingi oleh Menag H Munawir Saazdjali dan menpen H Harmoko.

Pendirian suatu tempat ibadah bagi seorang pejabat, apakah itu berupa masjid, gereja, pura, kuil dan tempat ibadah lainnya menunjukkan dan membuktikan bahwa pejabat yang bersangkutan sangat memperhatikan betapa pentingnya sarana peribadatan. Bangunan yang bersifat keagamaan, disamping berfungsi sebagai tempat ibadah, guna mengadakan hubungan dengan sang pencipta, juga berfungsi sebagai tempat untuk pembentukan watak, mempertebal keimanan bagi manusia yang taqwa manusia yang taat serta patuh terhadap hukum dan peraturan, baik hukum Agama maupun hukum pemerintahan duniawi. Itulah sebabnya, disetiap pusat pemerintahan, utamanya pemerintahan tingkat Kabupaten, biasanya kita temui sarana peribadatan yang cukup memadai. Apakah itu berupa masjid, gereja atau tempat ibadah agama lainnya. Demikian juga pembangunan Masjid A1 Mubarok di Kecamatan berbek ini tentu  dibangun dengan maksud dan tujuan seperti tersebut diat 3.2. Wuiud Fisik Bangunan

Bangunan Masjid Al Mubaarok ini berdiri diatas tanah yang cukup luas. Disamping bangunan masjid tersebut adabeberapa bangunan lainnya. Semula Masjid ini merupakan bangunan satu-satunya, namun dalam perkembangannya disekitar masjid didirikan beberapa bangunan sebagai pelengkapnyaBahkan dibelakang masjid digunakan sebagai tempat pemakaman

Di Halaman depan, terdapat bangunan Yoni (salah satu kelengkapan upacara Hindu Kuno) yang sekarang difungsikan sebagai tempat untuk melihat dan menentukan waktu sholat (bencet). Disebelah kiri depan, didirikan bangunan untuk Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berbek. Sebelah kiri agak ke depan, didirikan bangunan untuk Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) sistim al Barqi dan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman. Didepannya agak kebarat terdapat menara masjid.

Di bagian tengah terdapat bangunan utama masjid. Semula bangunan ini terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian ruangan utama masjid yang berukuran 14 x 14 m. Bangunan ini berdinding tembok dan beratap tumpang, dengan disangga empat tiang utama (soko guru) dari kayu. Didinding sisi barat terdapat ceruk (mihrab) tempat Imam memimpin sholat, dan didekat mihrab terdapat mimbar yang masih asli, peninggalan krt Sosrokoesoemo I. Dimimbar ini terdapat sinengkalan (Candra sengkala) berhuruf arab dengan bahasa Jawa^ yang dapat untuk menentukan kapan bangunan itu dibuat. Bunyinya Candra sengkala sebagai berikut:

Mesjid ing negari toya mirah”

  • Sisi Timur (depan) Ratu nitih buto murti (1758) Ratu
  • Sisi Selatan (Samping Kanan) pandito toto gapuro (1759) Ratu
  • Sisi Barat (belakang) pandito toto terus (1759)

Disebelah kiri masjid terdapat bangunan tempat wudhu yang cukup baik. Disebelah kanan masjid terdapat berpuluh- puluh makam kuno (Makam para kadang sentana dan Cikal Bakal Berbek), disamping terdapat cangkup yang berisi 5 makam, diantaranya terdapat makam Sastrodipoero, mantan Bupati Trenggalek bersama isteri. Disebelah kiri masjid agak kebelakang terdapat cungkup yang berisi 5 makam, diantaranya terdapat makam Patih III dan Asisten Wedana Grogol, didepannya agak ke kiri terdapat makam kadang sentana.

Lewat pintu makam selatan, kita memasuki kompleks makam dibelakang mesjid yang cukup luas. Disini terdapat ratusan makam yang jika diperhatikan, nisan yang dipakai hampir semua terbuat dari batu, dan terkesan sudah kuno. Dibagian utara kompleks makam ini terdapat cungkup yang cukup besar (7 x 16 m).

Didepan pintu utama cungkup, terdapat reg0| (bangunan baru) dan terdapat tempat bersuci dari batu, sebelummemasuki cungkup. Didalam cungkup terdapat 2 baris/deret makam, dibagian/deret selatan yang agak rendah terdapat i» makam. Dideret utara dalam posisi agak tiriggi terdapat 14 makam yang salah satu diantaranya terdapat makam KRt Sosrokoesoemo atau Kanjeng Jimat atau Yang Jimat (makam No. 6 dari deretan timur).

Makam satu ini tampak lebih Istimewa jika dibandingkan dengan makam yang lain didalam kompleksmakam disini. Sebab makam ini disamping ditutup kelambu putih, jiratnya lebih tinggi dan lebih baik, juga lantainya ditutup hamparan karpet. Hal ini membuktikan bahwa KRT Sosrokoesoemo/Kanjeng Jimat/Yang Jimat punya arti tersendiri bagi masyarakat Nganjuk. Beliaulah Bupati pertama di Berbek yang dianggap sebagai cikal bakal Bupati Nganjuk. Bahkan tidak jarang pada hari-hari tertentu banyak orang ziarah dimakam yang satu ini.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Nganjuk dan Sejarahnya
, (Th. 1994).  hlm. 138 – 142

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Nganjuk, Sejarah, Th. 1994 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Masjid Al Mubaarok, Kabupaten Nganjuk

  1. yusi berkata:

    ada yg tahu nama istri kanjeng jimat/KRT Sosrokoesoemo I
    biar nyampe waktu kirim do’anya.
    thanks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s