Kota Malang di Jaman Penjajahan Belanda


Tahun 1767, daerah Malang diduduki kompeni belanda, saat itu Malang yang dipimpin oleh Adipati Moeljo Koesoemo terpaksa menyerah kepada kompeni.

Tahun 1812, Malang kemudian masuk dalam wilayah Residensi Pasuruan dengan Bupati Raden Tumenggung Kartonegoro.

Tahun 1824, mulailah Malang dipimpin oleh seorang Asisten Residen.

Tahun 1903, lahirlah Undang-undang Desentralisasi.

Tahun 1905, untuk pertama kalinya Pemerintah Kotamadya dibentuk di Indonesia.

1 April 1914, Kotamadya (Gemeentle) Malang terbentuk. dan hingga tahun 1919 masih dipimpin oleh Pamong Praja

Tahun 1919, Kota Malang mulai dipimpin oleh Walikota (Burgemeester) bernama H. I. Bussemaker,namun sampai dengan tahun 1930 belum memiliki Dewan Perwakilan Rakyat.

Tahun 1930, kantor Balaikota diresmikan, beberapa desa dirubah menjadi Lingkungan serta mulai dibentuk Wethouderschap (Dewan Pimpinan Daerah) dengan anggota R. Soekardjo Wirjopranoto dan G. L. Kelder.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Kota Malang Selayang Pandang, Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang, Tahun 1997/1998, hlm. 4

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Malang [Kota], Sejarah, Th. 1997 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s