Lambang Daerah Kabupaten Bondowoso


Lambang Daerah Kabupaten BondowosoLambang daerah dimaksudkan sebagai cermin untuk memberikan gambaran keadaan daerah. Lambang daerah ini ditujukan untuk menggambarkan kebudayaan, sejarah perjuangan rakyat, keadaan ekonomi, dan letak geografisnya. Untuk itu lambang daerah menunjukkan sifat-sifat kekuasaan daerah serta kepribadiannya. 

I. Bentuk dan Warna Lambang

1.            Perisai warna dawar/latar perisai kuning, tepian garis hitam.

2.            Lukisan dalam bentuk pohon beringin yang terwujud dari bagian-bagian kumpulan beberapa bentuk gambaran.

3.            Asap cerobong kereta api/lokomotif putih, bergaris siluet, bentuk kepala sapi bertanduk beradu/berlaga.

4.            Perisai sebagai daun lambang, pada bagian atas dan bagian kiri, dan kanan atas terpotong lengkung, bagian samping kanan-kiri agak ke atas melekuk ke dalam dan bagian bawah berbentuk acelade.

5.            Bentuk pohon beringin di bagian tengah perisai. Pemekaran bentuk pohon beringin terwujud dari kumpulan bentuk:

a.    Kepala kerbau putih bertanduk dungkul (dungkol.\ Madura) di dalam lingkaran berwarna dasar hitam, yang dilingkari oleh dua buah lingkaran yang masing-masing berwarna merah dan hitam.

b.    Lingkaran-lingkaran itu tampak merupakan bagian lukisan pada lokomotif berwarna hitam, terlihat dari depan (muka). Cerobong kereta api terlukis di bawah kepulan asap.

c.    Di bawah lukisan kereta api (lokomotif) terdapat lukisan, tampak cemeti bersilang dengan parang petani (calok ngandung, Madura). Silang cemeti dengan parang (calok ngandung, dilingkari tasbih berwarna putih).

d.    Di bawah lukisan cemeti, parang dan tasbih terlukis seikat padi, di atasnya terlihat dua buah tongkol jagung terkuak kulitnya, menancap pada seikat padi.

e.    Lukisan-lukisan tersebut di atas (a, b, c, dan d) tampak dengan warna dasar biru, yang diapit oleh dua lembar daun tembakau berwarna hijau, dengan tulang daun berwarna kuning. Pangkal daun tembakau terletak pada samping kanan dan kiri lukisan padi melingkar ke atas, ujungnya menyentuh ujung bawah lukisan gunung. Urat daun tembakau membagi lembar daun menjadi lima bagian dan pada sisi dalam menjadi empat bagian.

f.     Lukisan gunung berwarna biru berlandaskan dua garis lekuk-lekuk berwarna putih, yang menghubungkan ujung-ujung daun tembakau dan puncaknya berhimpit dengan ujung cerobong lokomotif. Dua garis lekukan/ lengkungan tersebut melukiskan alur air.

g.    Di bawah lukisan padi, terpampang tulisan Bondowoso berwarna hitam pada sebuah bidang persegi panjang, berwarna putih dengan tulisan dan garis tepi berwarna hitarn.

6.            Titik silang pada siluet gambar sapi berlaga (vide siluet asap) pusat lingkaran gambar lokomotif, titik silang cemati – parang dan ujung bawah perisai, terletak pada garis tegak (vertikal), tepat di tengah perisai.

II. Arti dan Makna Lambang

Arti dan makna dari gambaran lambang merupakan simbol- simbol pandangan filosofis suatu daerah terhadap bentuk peng- ungkapan keadaan alam dan harapan yang mewujudkan cita-cita suatu daerah. Daerah Bondowoso memiliki karakteristik wilayah, citra perjuangan rakyat, serta pengembangan kesejahteraannya. Maka pengejawantahan perlambangan itu disimbulkan sebagai berikut:

1.            Perisai melambangkan kesatuan dari pertahanan rakyat daerah. Warna kuning emas melambangkan keluhuran budi.

2.            Pohon beringin melambangkan suatu pemerintahan yang selalu berusaha memberikan pengayoman kepada rakyat.

3.            Asap mengepul dalam bentuk garis-garis hitam, yang mewujud­kan dua ekor sapi bertanduk beradu muka, menunjukkan kebudayaan khusus serta kegemaran tontonan rakyat Bondowoso akan aduan sapi.

4.            Kepala kerbau-putih bertanduk dungkul (Madura: dungkel, Jawa: keplok) menunjukkan tempat pembuatan kota Bondowoso. Warna putih melambangkan kesucian warna, merah melam­bangkan keberanian.

5.            Lokomotif/kepala kereta api melambangkan keberanian rakyat Bondowoso melawan penjajah yang terkenal dalam peristiwa bersejarah gerbong maut pada 23 November 1947. Warna hitam yang tidak mudah luntur melambangkan kekuatan dan ketetapan hati.

6.            Cemeti, parang, dan tasbih diambil dari segi sejarah peranan Ki Ronggo Bondowoso sebagai perintis dan pembuka kota Bondowoso. Tasbih sebagai simbol dan pegangan Ki Ronggo Bondowoso dengan kewibawaannya dilandasi ketekunannya beribadah, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cemeti lambang kewibawaan pemerintah daerah. Parang (calek ngandung, Madura) menunjukkan bahwa daerah Bondowoso ada- lah daerah pertanian.

7.            Jagung, seikat padi beserta daun tembakau, menunjukan hasil utama daerah Bondowoso.

8.            Tulang daun tembakau membagi lembaran daun tembakau, sebelah luar menjadi lima bagian, melambangkan dasar negara Pancasila. Sedang tulang daun tembakau membagi daun sebelah dalam menjadi empat bagian, sebelah luarnya menjadi lima bagian, melambangkan Undang-Undang Dasar 1945. Warna hijau melambangkan kemakmuran daerah.

9.            Gunung dan air melambangkan letak geografis daerah yang dikelilingi gunung-gunung dengan pengairan yang cukup. Warna biru melambangkan harapan atas kesuburan daerah.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Drs. H. Mashoed, MSi.Sejarah dan Budaya Bondowoso, Papyrus, Surabaya, 2004, hlm. 187-190

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bondowoso, Th. 2004 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s