Pakaian adat tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan. Pria remaja


Pakaian adat tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan. Pakaian Sehari-hari pria remaja, bangsawan. 

Nama Pakaian: 1. Bagian atas Rasughan totop; 2. Bagian bawah : Samper kembeng

Pakaian Tradisi,Pria remaja, bangsawan, Madura

Perlengkapan pakaian Bagian kepala
Odheng kepala bahannya kain batik tulis, dengan warna hitam dan coklat, sedangkan motifnya biasanya bunga dan lidah api. Di daerah Madura motif ini dikenal dengan motif, Stor joan, Bera’ songay atau Acoh biru. Ukurannya sesuai dengan kepala manusia sedang ben­tuknya seperti umumnya odheng Tongkosan. Perbedaannya hanya pada. Kelopaknya yang berbentuk segitiga. Bila odheng peredan ini dipakai dalam posisi miring ke kiri, maka yang mencuat ke atas adalah kelo- pak sebelah kanan, jika dipakai dalam posisi miring ke kanan, maka yang mencuat adalah kelopak kiri. Ujung simpul di bagian belakang dari odheng peredan tersebut sedemikian rupa sehingga bentuknya menjadi 1 pelintiran yang tegak lurus ke atas melambangkan huruf “AlifHal ini merupakan huruf awal dari bahasa Arab. 

Pakaian Bagian atas

  • Rasughan totep (jas totop), bahannya kain tebal sejenis woll, berwarna cerah, misal­nya: warna kuning gading, hitam atau putih. Modelnya polos, sedangkan kurannya disesuaikan dengan badan si pemakai. Bentuknya seperti umumnya Beskap Jawa Tengah deng­an keraag tegak lurus ± 5 cm. Baju ini bila dipakaipan- jangnya sampai pinggul dan menutupi sabbuknya. Baju ini mempunyai 2 buah kupnat di bagian belakang yang berfungsi sebagai pembentuk baju secara keseluruhan agar kelihatan pas dan rapih jika dikenakan. Baju ini mempunyai hiasan kancing yang berjumlah 5 sampai 7 buah, biasanya yang 2 buah letaknya dikraag dan bentuknya agak kecil dibanding kancing yang ter- letak di badan. Biasanya 2 buah kancing yang terletak di kraag ini di- bungkus oleh bahan yang sama dengan pakaiannya. Kancing yang lainnya terbuat dari tempurung kelapa atau tulang. Bentuknya bulat seperti kancing pada umumnya. Lengan baju panjang sampai pergelangan tangan, dengan hiasan kancing 1 buah. Hiasan lain daari rasughan totop ini adalah saku yang berjumlah 3 buah, 1 buah di sebelah kiri atas dan 2 buah masingm-masing di kanan kiri bawah.
  • Rompi (kotang dalam), bahannya kain satin, sedangkan warna yang dipakai ialah coklat atau hitam, polos, tidak bermodel. Ukurannya disesuaikan dengan badan sipemakai, dan bentuknya seperti kaos dalam (singlet). 

Pakaian Bagian bawah

(1)   Celana tiga perempat(3/4), bahannya satin atau mori, memilih warna abu-abu atau hitam. Motifnya polos, hanya di bagian belahan lutut ada hiasan yang terbuat dari mamas disusun sedemikian rupa, sehingga membentuk hiasan berderet selebar 1 cm. Ukurannya panjang celana 5 cm di bawah lutut. Bentuk seperti celana pada umumnya nanya agak sempit serta ada belahan ± 10 cm di samping kanan kiri lutut.

(2)   Samper Kembeng (Kain panjang), bahannya batik tulis. Warna yang dijadikan warna dasar ialah coklat dengan motif hitam atau sebaliknya. Motifnya prangpang (besar-besar), atau biasanya me- ngambil bunga yang disetilir atau bunga sirih, dan ada juga yang bermotif parang rusak. Namun ada juga yang bermotif parang rusak. Ukurannya seperti umumnya ukuran kain panjangnya ± 2,5 m, lebar ± 1,10 m.

(3)   Sap-osap (saputangan) dibuat dari kain katun berwarna putih.

(4)  Setagen bahannya tenunan asli dengan warna merah, putih dan hitam, tidak bermotif.

Ukurannya pas pinggang si pemakai, dengan lebar ± 5 s/d 20 cm. Bentuknya memakai kancing kait (hak) tiga atau empat buah. Fungsinya untuk mengaitkan ujung setagen yang kanan dengan ujung setagen yang kiri.

(5) Sabbuk Katemang Raja Bahannya kulit sapi, warnanya hitam atau coklat, tidak bermotif atau polos. Bentuknya seperti ikat pinggang biasa tetapi agak lebih besar.

(6)           Alas kaki; Terompah, bahannya kulit sapi, memilih warna hitam atau coklat. Bentuknya seperti sandal japit atau seperti selop ter- tutup.

Cara memakai pakaian

Mula-mula mengenakan celana tiga-perempat. Caranya ke 2 kaki dimasukkan ke masing-masing pipa celana, kemudian bagian atas celana dipererat dengan tali kolor. Setelah itu baru memakai samper kembeng yang diwiron selebar 5 jari, agar kalau berjalan bisa nampak gagah dan mempercepat langkah. Kain panjang dieratkan dengan setagen dan di atas setagen memakai sabbuk katemang raja Jika perlengkapan bagian bawah sudah dikenakan semua, maka rompi dipakai sebagai baju dalam. Setelah itu mengenakan rasughan totop. Kemudian memakai odheng peredan. Terakhir saputangan yang telah dibentuk segitiga memanjang diselipkan di sebelah kixi sabbuk katemang raja, menyuntai di bagian paha.

Fungsi dan arti simbolis

  • Fungsi Rasughan Totop bagi remaja pria tempo dulu di­pakai untuk ke sekolah maupun untuk sehari-hari di rum ah.
  • Saputangan berguna untuk mengusap tangan agar pakai­an yang dikenakan tidak kotor.
  • Wiron besar pada kain panjang selaiii berfungsi estetis juga praktis, yaitu memudahkan dalam melangkah. 

Arti simbolis.

  • Hiasan kancing sebanyak 5 atau 7 buah mempunyai arti bahwa pada dasarnya manusia mempunyai lapisan raga yang terdiri dari rambut, kulit, daging, darah dan tulang sum sum.
  • Selain itu 5 buah kancing juga berartibila kita menyembah mempergunakan 5 jari tangan yang ditangkupkan. Menyembah bagi orang Madura mempunyai arti membri hormat kepada orang tua, karena kita semua berasal dari Bapak dan Ibu.
  • Motif bunga sirih pada samper yang dipakai berkaitan dengan kepribadian dan rasa ketuhanan.
  • Warna baju yang dipakai mempunyai arti suatu kesucian. Kesucian di sini tidak hanya pada 1 warna tetapi semua warna. Arti suci di sini berarti pernyataan suatu sikap yang terus terang, apapun yang tejadi berani menanggungnya. 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Pakaian Adat Tradisional Daerah Jawa Timur, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta,  1987. hlm. 32 – 35

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bangkalan, Seni Budaya, Th. 1987 dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s