Pemerintahan Bondowoso 1854 – 2007


PADA tahun 1854 Ki Ronggo I Kertonegoro wafat dan dimakam- kan di Asta Tinggi Sekarputih Bondowoso. Beliau menjabat antara 1819-1830. Penggantinya putra Ki Ronggo sendiri, bernama Djoko Sridin. Waktu menjabat (1830-1858) bergelar M. Ng. Kertokesumo dengan predikat Ronggo ke II. Berkedudukan di kabupaten lama Blindungan.

Pada tahun 1850 setelah 20 tahun Ronggo II memegang kendali pemerintahan, pemerintah Hindia Belanda mengangkat seorang Bupati untuk wilayah Bondowoso dan Panarukan dalam struktur pemerintah Hindia Belanda. Pejabatnya seorang Patih Probolinggo bernama Raden Abdoerachman, dengan gelar Raden Tumenggung Wirodipuro. Maka terjadilah dualisme dalam pemerintahan antara tahun 1850-1858.

R. Abdoerachman adalah garis keturunan keempat dari Ki Patih Alus Wirodipuro Besuki. Beliau adalah putra Sugoto alias Marto- dipuro, sedang Sugoto adalah putra R. Sahidurin alias R. Wirodipuro II. Sahidurin putra R Bagus Kasim alias R Wirodipuro I, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Kiai Patih Alus.

Dalam menjalankan pemerintahannya, R. Tumenggung Wiro- dipuro menetap di Prajekan, menyadari bahwa pimpinan pemerin- tahan masih dijabat oleh Ki Ronggo II Mas Ngabehi Kertokesumo. Maka untuk mengatasi dualisme tersebut, pemerintah Hindia Belanda kemudian mengangkat Mas Ngabehi Kertokesumo menjadi Tumenggung Bondowoso, yang kemudian di pensiunkan.

Setelah dibangunkan kediaman di Nangkaan, maka Tumeng­gung Wirodipuro pindah. Mula-mula di kota Kulon, kemudian ke Nangkaan (gedung yang pernah di tempati asrama sosial Sukomulyo, di bawah Departemen Sosial). Dengan demikian Tumenggung Wiro­dipuro yang diangkat 1850 adalah Bupati pertama yang diangkat secara resmi oleh Gubermen Hindia Belanda sebagai Bupati (Re­gent) Kabupaten Bondowoso. Adapun putra M. Ng. Kertokesumo Ronggo II yang bernama Joko Suwondogeni, waktu itu masih kecil dan diasuh Tumenggung Wirodipuro. Setelah dewasa ia lalu di- nikahkan dengan salah satu putrinya yang bernama Jaleha.

Pada tahun 1879 Tumenggung Wirodipuro wafat. Jabatan Bupati Bondowoso digantikan kepada putranya menantu beliau, yaitu Joko Suwondogeni, dengan gelar R. Wondokusumo. Beliau memerintah antara tahun 1879-1891. Wilayah kekuasaannya meliputi Kabupaten Bondowoso,Jember, dan Panarukan (Situbondo sekarang). Dengan demikian jabatan bupati (regent) di Bondowoso kembali dipegang oleh keturunan langsung dari Kiai Ronggo I lagi. Kedudukan beliau kembali ke tempat lama di Jalan K Ronggo (Kabupaten Lama).

Pada tahun 1891 Bupati R Wondokusumo wafat, lalu digantikan putranya yang bernama Ismail dengan gelar R. Kertosubroto sebagai bupati Bondowoso. Pada tahun 1901 dibangunlah pendopo kabupa­ten Bondowoso sebagaimana yang ada sekarang ini. Pendopo ini ditempati beliau dari tahun 1902-1908 saat wafatnya.

Berikut nama-nama Bupati yang pernah memerintah di Kabupaten Bondowoso, yang secara formal mendapat pengesahan dari pejabat atasannya yang berwenang, sesuai peraturan yang berlaku saat itu, kecuali bupati adat Ki Ronggo Kertonegoro dan putranya Ki Kertokusumo atau Ronggo II :

  • RT Adipati Abdoerahman Wirodipuro (1850 – 1879)
  • RTA. Wondokusumo (1879 – 1891)
  • KRTAA. Kertosubroto (1891 – 1908)
  • RT. Senthot Sastroprawiro 1908 – 1925)
  • RTA. Tirtohadi Sewojo (1925 – 1928)
  • RT. Prodjodiningrat (Notodiningrat) (1928-1934)
  • RT. Herman Hidajat (1934 – 1938)
  • RT. Sjaifudin Admosoedirdjo (1938-1945)
  • RT. Soetandoko (1945 – 1946)
  • RT. Saleh Soerjoningpridjo (1946 – 1949)
  • RT. Badroes Sapari (1949 – 1950)
  • RT Koesno Koesoemowidjojo(1950 – 1951)
  • RT. Soedarmo Soemodiprodjo(1951 – 1956)
  • R. Soedjarwo (1957)
  • R. Soetowo (1957 – 1958)
  • Djoemadi Moespan (1958 – 1959)
  • R. Soetowo (1960 – 1964)
  • R. Soemarto Partomihardjo (1964 – 1965)
  • R. Arifin Djauharman(1965 – 1973)
  • R. Soerono (1973 – 1978)
  • Mochamad Suardhi (1978 – 1983)
  • Mochamad Riva’i (1983 – 1988)
  • H. Agus Sarosa (1988 – 1993)
  • H. Agus Sarosa (1993 – 1998)
  • Dr. H. Mashoed MSi (1998 – 2003)
  • Dr. H. Mashoed MSi (2003 – 2008)

hlm.  74

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bondowoso, Sejarah, Th. 2004 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s