Sate Emprit, Kabupaten Kediri


Wisata Jawatimuran

sate-empritEmprit burung yang paling dimusuhi petani. Dia selalu datang berjamaah menusuk-nusuk hati petani, karena padi yang akan dipanen telah didahuluinya. Tetapi di tangan Darmanto, burung emprit ditusuk-tusuk  menjadi sate yang pal­ing disukai penggemar kuliner termasuk petani.

Setiap hari lebih dari 1.500 ekor emprit didatangkan petani untuk dimasak menjadi sate khas Kediri. Setelah kepala dan kaki dibuang, tubuh emprit yang kecil mungil dipotong- potong menjadi beberapa bagian. Daging burung ditusuk-tusuk dan kemudian dibakar setelah dilumuri kecap dan bumbu-bumbu ramuan Darmianto.

Sepiring nasi plus berisi 10 tusuk lengkap dengan bumbu khas sate; kacang, lombok, kecap dan pe- nyedap lainnya siap disajikan. Rasanya? Tidak sehebat sate kambing atau sate sapi yang lebih kenyal, berserat dan lebih beraroma, tetapi soal kenikmatan sate burung emprit lebih berkicau.

Sesaat digigit, karena tekstur dagingnya liat, gigi tidak perlu kerja keras untuk melembutkannya. Warna daging kecoklatan mengeluarkan aroma khas hewan pemakan biji-bijian. Guriihnya tak pernah terlupakan. Apalagi daging…

Lihat pos aslinya 442 kata lagi

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Pos ini dipublikasikan di Beranda. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s