Terowongan Neyama, Kabupaten Tulungagung


Wisata Jawatimuran

Terowongan Neyama Peninggalan Jepang di Akar Gunung,

ahun 1955 Tulungagung dilabrak banjir bandang. Bencana itu menyulud tekad untuk meningkatkan fungsi Terowongan Neyama. Setahun kemudian, Dinas Pengairan Propinsi Jatim merencanakan pembangunan Parit Raya untuk mengalirkan air dari Kali Ngasinan dan sungai-sungai kecil yang di barat Kali Ngrowo langsung ke Samudra Indonesia. Semua bangunan dapat diselesaikan tahun 1961

terowongan NeyamaTulungagung, salah satu kabupaten di Jatim belahan selaltan, memiliki potensi wisata edukatif yang lumayan memikat. Objek wisata itu berwujud salah satunya bendungan: Bendungan Neyama yang bersejarah, sekaligus waduk besar kedua yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT) Divisi V Jatim. Bendungan bersejarah itu lazim disebut Terowongan Neyama. Maklum, dibangun sebagai daerah sudetan (menyerupai terowongan) untuk menanggulangi ancaman bencana banjir. Dinilai bersejarah, karena sudah ada sejak zaman kolonial Jepang. Neyama sendiri berasal dari bahasa Jepang. Ne artinya akar, yama artinya gunung. Jadi, Neyama berarti akar gunung.

Maklum, lokasi terowongan ini memang tepat berada di bawah…

Lihat pos aslinya 418 kata lagi

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Pos ini dipublikasikan di Beranda. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s