Banteng Surontanu (Joko Sendhang)


(Sinopsis Cerita Ludruk Produksi Grup Karta Jaya, Karangmojo Jombang)
Pimpinan S. Kartorejo

Dua jin bernama jin Kebobang dan jin Wilawuk ingin membalas dendam kepada musuhnya yaitu jin Kebo Kicak yang dahulu merintangi kedua jin tersebut untuk menjadi raja Majapahit. Dalam upaya membalas dendam ter­sebut, kedua jin itu masuk ke dalam perut banteng yang bertapak kaki emas. Dahulu, Kebo Kicak membuang batu besar ke dalam sungai Brantas sehingga mengganggu tempat tinggal jin Kebobang dan jin Wilawuk. 

Suatu ketika, seorang pemuda bernama Joko Sendhang sedang berburu di hutan raya. Ia bertemu dengan seekor banteng yang pandai berbicara. Banteng itu terus menyembah ingin mengabdi kepada Joko Sendhang. Ban­teng ini adalah banteng yang bertapak kaki emas yang bernama Banteng Tracak Kencana. Joko Sendhang menerima pengabdian Banteng dan bersumpah sehidup-semati. Sejak itu pula Joko Sendhang bernama Banteng Surantanu. Joko Sendhang alias Banteng Surontanu pulang bersama banteng kesayangannya menghadap neneknya,Ki Ageng Tarup alias Joko Tarub. Di hadapan neneknya ini, Joko Sendhang alias Banteng Surontanu yang sudah dewasa itu menanyakan asal-usulnya, siapa ayahnya, dan siapa ibunya. Ki Ageng Tarub tak dapat mengelak lagi dan menerangkan bahwa ibu Banteng Surontanu adalah Dewi Nawangsih putra putri Dewi Nawangwulan. Dewi Nawang Wulan ini dahulu adalah istri Joko Tarub. Sekarang Dewi Nawangsih, ibu Banteng Surontanu, berada di kahyangan untuk melengkapi jumlah bidadari supaya menjadi empat puluh empat. Ayah Banteng Surontanu adalah Pangeran Lembu Peteng yang berada di istana Majapahit. Banteng Surontanu boleh menyusul ayahnya, tetapi harus lebih dahulu berguru ke Tebu Ireng. Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat diberikan oleh Ki Ageng Tarub kepada Ban­teng Surantanu supaya lebih terampil dalam pergaulan dengan orang-orang pandai. 

Di Tebu Ireng, Joko Sendhang (Banteng Surontanu) mendapat seorang guru bernama Kiyai Sumoyono. Suatu saat Tebu Ireng terkena penyakit besar. Penduduk banyak yang mati, sakit sore pagi mati, sakit pagi sore mati. Kiyai Sumoyono memanggil Banteng Surontanu dan mengatakan bahwa menurut bisikan gaib, wabah penyakit yang melanda bisa disembuhkan hanya dengan tetes darah Banteng Tracak Kencana. Banteng Surontanu tak dapat memenuhi permintaan gurunya untuk berkorban bagi kepentingan rakyat Tebu Ireng karena ia telah terikat sumpah dengan Banteng Tracak Kencana untuk sehidup semati. Oleh karena itu, Banteng Surontanu diusir dan tidak diakui lagi sebagai murid oleh Kiyai Sumoyono. 

Kiyai Sumoyono memanggil muridnya yang tersakti, yaitu Kebo Kicak yang menjadi Tumenggung di Desa Karang Kejambon, diperintahkan untuk menangkap dan menyembelih Banteng Tracak Kencana. Kebo Kicak menyanggupi permintaan gurunya karena tahu bahwa yang berada di perut Banteng Tracak Kencana adalah jin Kebobang dan jin Wilawuk, yaitu musuh besarnya sejak dahulu. Terjadilah perkelahian. Kedua murid seperguruan ini sama-sama saktinya dan satu persatu sekutu Banteng Surontanu maupun Kebo Kicak mati dalam perkelahian. Setiap kematian seorang sekutu menandai terjadinya nama suatu daerah di wilayah Tebu Ireng. Akhirnya perke­lahian terbuka satu lawan satu antara Kebo Kicak dan Banteng Surontanu. Banteng Surontanu dengan ilmu lari cepatnya dan Kebo Kicak dengan ilmu pembau (penciuman) yang sangat tajam bertarung mati-matian. Akhirnya kedua saudara seperguruan ini mati secara bersama-sama di sebuah telaga. Kiyai Sumoyono bersama rekan-rekannya Kiyai Pranggang memetik pelajaran dari kesalahan mendidik murid agar kelak tidak teijadi peristiwa

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Mukhsin Ahmadi Widodo HS Mujianto Imam Syafi’ie: Aspek Kesastraan dalam Seni Ludruk
di Jawa Timur; Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1987,  hlm.103

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Legenda, Th. 1987 dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Banteng Surontanu (Joko Sendhang)

  1. Ping balik: Pencarian nama kebokicak | kebokicak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s