Pengertian Ludruk


Pembicaraan mengenai pengertian ludruk dan erat perkembangannya sangat diperlukan sebagai bahan untuk melandasi pembicaraan teoritis selanjutnya.

Menurut Pak Kibat, tokoh Besutan Malang
Ludruk sebagai nama dapat dicari makna etimologinya yang diperoleh dari berbagai informasi yang relevan. Informasi itu berasal dari dua informan tokoh seniman dan budayawan ludruk. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini dilakukan studi eksplorasi dan kajian buku bacaan.

Dari informasi yang diperoleh itu dapat dikatakan bahwa ludruk berasal dari kata-kata molo-molo dan gedrak-gedruk. Molo-molo berarti mulutnya penuh dengan tembakau sugi dan kata-kata, yang pada saat hendak keluar, tembakau sugi itu dimuntahkan dan keluarlah kata-kata yang membawakan kidung dan seterusnya berdialog, sedangkan gedrak-gedruk berarti kakinya menghentak pada saat menari di pentas.

Menurut Markaban Wibisono dan Kancil Sutrisno (2 tokoh ludruk RRI Surabaya)
Sehubungan dengan itu, ludruk berasal dari kata-kata gela-gelo dan gedrak-gedruk. Perkataan gela-gelo berarti bergeleng-geleng pada saat menari, dan perkataan gedrak-gedruk berarti menghentakkan kaki pada saat menari di pentas.

Bertolak dari kedua pendapat di atas; maka nama ludruk atau pengertian ludruk adalah gerak dan verbalisasi kata-kata. Gerak terutama tampak pada saat menari di pentas serta gerak-gerak lain yang menunjukkan bahwa ludruk termasuk dalam kategori seni yang menggunakan unsur gerak sedang verba­lisasi kata-kata pada mulanya terutama terlihat pada saat kidung dibawakan oleh seorang atau dua orang pengidung.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Mukhsin Ahmadi Widodo HS Mujianto Imam Syafi’ie: Aspek Kesastraan dalam Seni Ludruk
di Jawa Timur; Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1987,  hlm.7

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Th. 1987 dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s