Topeng Jabung (Gaya Tari)


Gaya tari Topeng Jabung dapat dikelompokkan ke dalam periode “M”  (Tari gaya jaman Majapahit : Gerak tari dari jaman inilah disebut dengan ciri Arah Gerak Tari maju atau disingkat “M”). Hal ini terlihat jelas pada cara berjalan (labas), samberan (gelapan, serisig), gerakan mundur melangkah, melenggang (lembehan), pogokan, dsb.

Hal lain yang mendukung dugaan bahwa tarian Topeng Jabung ini termasuk periode jaman Majapahit-adalah berdasarkan sejarah perkembangan seni topeng sebagaimana yang diuraikan pada awal tulisan ini. Selanjutnya, lokasi di mana topeng Jabung ini terdapat, yaitu di daerah Singosari, semakin memperkuat dugaan tersebut.

Berbeda dengan gaya tari Yogyakarta dan Surakarta yang mempunyai prinsip pijakan kaki yang sangat kuat, gerak kaki Topeng Jabung terasa lebih ringan, gerak tubuh seakan dilontarkan oleh pijakan kaki yang meruncing sebagaimana j uga yang terdapat pada tarian-tarian rakyat di Sumatera, Kalimantan, Gandrung Banyuwangi, dan sebagainya.

Karena gerakan tari selalu menuntut keseimbangan, maka gerak tari Topeng Jabung tidak banyak melakukan gerakan junjungan-junjungan kaki. Uniknya kaki kanan penari selalu melakukan gedrug- gedrugan yang dilengkapi dengan kerincing-kerincing (gongseng) yang amat berfungsi sebagai pengatur ritme musik yang dikehendaki.

Sikap tubuh pada umumnya sederhana, asal tegak, tidak ada gerak tubuh menyamping. Gerak leher atau pacakgulu jugabebas, menyesuaikan dengan ekspresi topeng yang dimainkan.

Sikap jari, atau sikap tangan juga sederhana dan bersahaja, kebanyakan dengan cara meluruskan telunjuk dan jari tengah, sementara jari-jari yang lain ditekuk ke dalam. Sikap jari yang lain juga menyerupai sikap-sikap mudra yang terdapat pada tarian Jawa, atau nyempurit pada wayang kulit Jawa.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Topeng Jabung Teater Tradisional Jawa Timur; Drs. Risman Marah, Drs. Supriyadi, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan , Jakarta, 1993/1994. hlm. 7-8

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Malang, Th. 1993 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s