Topeng Jabung Teater Tradisional Jawa Timur


Topeng Jabung 1Istifah Topeng Jabung berasal dari nama desa tempat kesenian ini berkembang. Desa yang terletak di sebelah timur jalan raya Malang-Sjngasari, di kaki gunung Manggungan pada ketinggian antara 500-600 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Jabung, di sekitar Kecamatan Tumpang Desa ini terletak lebih kurang 12 km. dari Singasari dan sekitar 19 km. dari kota Malang.

Di desa ini masih terpelihara suatu kesenian topeng yang dimungkinkan oleh adanya kepercayaan dan kebiasaan masyarakat Tengger yang masih menganut sisa-sisa kebudayaan Indonesia-Hindu. Masyarakat Tengger yang hidup di lereng gunung Bromo itu menganggap bahwa mehanggap pertunjukan wayang kulit itu adalah tabu. Oleh sebab itu mereka lebih gemar menyelenggarakan pertunjukan dramatari topeng. Lakon yang paling digemari adalah Cerita Panji di samping lakon Mahabarata dan lakon Ramayana.

Kesenian topeng telah mendarah daging pada masyarakat Indonesia, baik pada upacara seni topeng yang dihubungkan dengan pemujaan terhadap arwah leluhur, sampai kepada pemunculan pertunjukan topeng klasik di Istana, serta pertunj ukan topeng rakyat » yang semata-mata mengandung nilai hiburan.

Namun, ternyata pasang surutnya kerajaan/istana yang merupakan panutan sekaligns pengayom akar kesenian tersebut telah ikut pula menggoyahkan kelangsungan kesenian tradisi yang dibinanya. Oleh sebab itu, banyak kesenian-kesenian tradisi yang langka mulai hilang dari peredaran, sementara pendokumen- tasian sejarah tentang kesenian tersebut belum pernah dilakukan.

Drama Tari Topeng JabungUsaha-usaha pemerintah dan para peneliti untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan kesenian yang hampir punah tersebut, ternyata bukanlah usaha yang mudah. Berbagai kendala teknis yang dijumpai di lapangan menunjukkan kenyataan bahwa bangsa kita miskin dokumentasi. Banyak di antara para sesepuh, penari, serta pengamat kesenian tradisi yang sudah meninggal dunia sebelum sempat dikorek pengetahuannya.Kendala lain yang menyebabkan sulit berkembangnya pembinaan kesenian tradisional kita adalah kurangnya dan minimnya minat generasi muda sekarang terhadap warisan budaya masa lampau.

Munculnya media hiburan elektronik modern sekarang ini, seperti televisi, antena parabola, film bioskop, video, dan lainnyasecara langsung telah menyebabkan berkurangnya minat masyarakat untuk menonton pertunjukan kesenian tradisonal.                                                    Hal ini telah pula menjadi kendala besar bagi pengembangan dan pelestariari kesenian-kesenian tradisional di tanah air, termasuk dramatari Topeng Jabung.

Kiranya menjadi tugas bagi para budayawan dan pemerintah untuk membangkitkan gairah dan minat generasi muda sekarang supaya dapat mengenal, menghayati, mencintai, dan memelihara warisan budaya bangsanya demi masa depan, agar kita tidak kehilangan akar budaya nasional. Salah satu langkah awal yang telah dilakukan adalah mencoba untuk menerbitkan hasil kumpulan data tentang dramatari Topeng Jabung ini.

Semoga !

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Drs. Risman Marah, Drs. Supriyadi: Topeng Jabung Teater Tradisional Jawa Timur, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan , Jakarta, 1993/1994. hlm.sampul belakang dan bab penutup

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Malang, Seni Budaya, Th. 1993 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s