Tradisi Nyusuk, Kabupaten Gresik


Tradisi Nyusuk GresikCUACA cerah kala Jumat (20/9/2013), ratusan warga desa Kedamean Gresik nyusuk di waduk desa setempat. Nyusuk adalah tradisi mencari ikan beramai-ramai di waduk atau tambak setelah ikan dipanen. Ini dilakukan karena paskapanen, biasanya debit air surut dan masih menyisakan ikan. Nah, kesempatan ini tak disia-siakan warga untuk berburu ikan.

Alat yang digunakan sangat sederhana. Namanya susuk, bentuknya menyerupai sangkar ayam dalam ukuran kecil. Cara menggunakanya pun juga tidak terlalu susah, cukup disusukan berulang-ulang ke tambak yang airnya nyemek- nyemek. Dan ikan akan terperangkap di dalamnya. “Tapi kalau tidak biasa, tidak paham dengan karakteristik gerakan ikan ya susah juga,” tukas Madenan.

Menurut Made, panggilan akrabnya, tradisi nyusuk itu ada yang gratis ada juga yang berbayar. Nyusuk gratis biasa­nya dilakukan di waduk milik desa. Karena, selain berfungsi sebagai pengairan waduk juga kerap ditanami ikan. Hasil panen ikan menjadi pendapatan asli desa, sementara masyarakat diberi kesempatan menikmatinya dengan nyusuk gratis. Pendapatannya tentu beda, sesuai dengan kepiawaiannya masing-masing. Bagi yang terampil tentu akan mendapat hasil yang lumayan.

Nyusuk berbayar biasanya dilakukan perorangan. Usai mbanjang (memanen ikan) bia­sanya petani tambak memanggil broker susuk. Kemudian broker melakukan survei ke lokasi. Tambak yang habis dipanen itu masih banyak ikannya atau tidak, broker sudah hafal, broker ini sudah memiliki komunitas. Jika sudah ada kesepakatan harga dengan pemilik tambak, broker menghubungi komunitas. “Tarifnya bervariasi. Biasanya setiap orang dikenakan Rp 50.000,” kisah Made.

Tradisi nyusuk ini kerap menyita perhatian warga. Mereka menjadikannya sebagai tontonan gratis. Betapa tidak, ratusan orang dengan membawa susuk tumplek blek bermandikan lumpur. Sebagian besar me­reka sekujur tubuhnya penuh lumpur demi mencari ikan.

 

Dibandingkan dengan hasilnya jelas jauh dari memadai. Tapi mereka semangat sekali. Bagi warga Gresik tradisi ini hal biasa. Tapi, bagi warga luar Gresik tentu menjadi pemandangan luar biasa. Ingin menyaksikannya, inilah saatnya!

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: PRIYANDONO: SURYA, SELASA-1 OKTOBER 2013, hlm. 13

 

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Gresik, Seni Budaya, Th. 2013 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s