Cungkup


Cungkup iyalah suatu bangunan yang didirikan diatas sebuah makam, dengan dibangunnya suatu cungkup dalam halaman ke III suatu komplex pemakaman pesisir Utara Jawa Timur, maka akan terjadi pulalah perulangan pembagian kedalam tiga bagian yaitu :

  1. Ruang a :

yang dibentuk oleh pemunculan sebuah kijing yang diberi berkiswa atau kelambu sebagai suatu peraduan, dan disinilah letak makam yang dimaksud.

  1. Ruang b :

yang dibatasi oleh dinding keliling dan membentuk suatu bilik makam.

  1. Ruang c. :

yalah lorong langkan yang mengelilingi bilik makam dan terbentuk karena adanya dinding cungkup.

Memperhatikan pembagian ruangan ini dalam tiga bagian tersebut, maka tidaklah berbeda keadaannya dengan suatu percandian sebagai suatu tempat pemakaman raja-raja dalam masa Jawa Timur ( abad X — abad XV ). Ruang a. dapat kita bandingkan dengan sumuran pada suatu percandian tempat peripih abu penjenazahan diletakkan sedang ruang b. dapat dipersamakan dengan bilik percandian. Ruang c. yang merupakan lorong langkan dalam suatu cungkup, akan tidak jauh berbeda pula dengan lorong-lorong langkan pradaksina atau prasavya dalam suatu prosesi keagamaan mengelilingi percandian-percandian. 16).

Kenyataan yang kitB hadapi hingga kini dalam suatu cungkup pemakaman antara lain yang terdapat didaerah Gersik, justru pada lorong langkan inilah banyak terlihat kitab suci al Qur’an atau Surat Yassin tersimpan dan ada kalanya para penziarah dapat melakukan pengajian dan bersembahyang dalam lorong langkan ini.

Dengan memperhatikan perbandingan ini serta mengingat kembali akan tanggapan-tanggapan pada fase-fase a, b, c, yang menganggap bahwa makam- makam tersebut sebagai tempat kediaman/tempat peristirahatan yang mewakilL suatu bentuk gunung maka terlihatlah lambang-lambang gunung menghiasi cungkup-cungkup ini. Pada puncak cungkup pemakaman umumnya terdapat mahkota atap yang melambangkan meru ( Mahameru ). Bidang-bidang pada dinding cungkup maupun tiang-tiangnya penuh dengan hiasan-hiasan motif tumpal ( antefix ), tepi awan, lidah api, meander, swastika, lengkung-lengkung kala merga dengan kepala ular naga atau singa-singa, bentuk-bentuk binatang yang distilir serta arabesque, untaian daun padma yang kesemuanya mewujudkan attribute-attribute mahameru.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil  Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Drs. Issatriadi: Kekunoan Islam Pesisir Utara Jawa Timur, Proyek Rehabilitasi Dan Perluasan Museum Jawa Timur 1976-1977, hlm. 10

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seni Budaya, Th. 1997 dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s