Ojung di Situbondo


Melongok tradisi musiman kesenian ojung di Situbondo, Kabupaten Situbondo memiliki kesenian unik yang dilirik Wisatawan Amerika. Tradisi kesenian ojung sudah menjadi tradisi tahunan bagi warga Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabapaten Situbondo, kemarin. sedikitnya ratusan pasang mata warga desa dan desa tetangga ikut menyaksikan permainan tradisi ojung di lapangan desa setempat.

Tradisi ojung yang diyakini sudah ada sejak Abad ke 13 itu, masih menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Kota Situbon­do,  Tak hanya warga setem­pat, namun pengunjung juga datang dari sejumlah daerah terdekat, seperti Bondowoso dan kabupaten Probolinggo. Bahkan permainan tradisi ojung ini juga mendapat perhatian wisatawan manca Negara. Salah satunya Colling Thomas Hening, wisatawan asal Amerika Serikat (USA).

Colling mengaku sudah lama mendengar tradisi ojung ini. Colling mengaku tertarik untuk melihatnya, karena selama dirinya melancong ke berbagai Negara, tak pernah melihat permainan unik seperti tradisi tradisi ojung. “Ini sangat memukau dan menarik,” ujar Colling bersama penerjemahnya, ditengah-tengah lokasi atraksi ojung, kemarin. Permainan ojung merupakan tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun. Permainan ojung hanya boleh dilakukan kaum pria. Dengan dilengkapi senjata rotan, para pemain ojung harus beradu ketangkasan untuk menghindar maupun memukul  lawannya di atas panggung.

Tak hanya orang tua, permainan ojung ini juga mulai diminati anak- anak muda, uniknya, meski tradisi ini mirip perkelahian, namun pemain ojung akan tetap saling bersalaman, meski tubuhnya terluka sabetan rotan. Tak heran jika tradisi ojung ini menjadi salah satu asset kebudayaan warga Situbondo. “Bahkan permainan ojung ini pernah ditampilkan dalam acara pekan kebudayaan nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Desa Bugeman, Udit Sudiasto.

Menurut Udit, tradisi ojung sebenarnya bagian dari selamatan 1 Desa Bugeman. Menurut Udit, siapapun menjadi Kepala Desa Bugeman, harus tetap melaksanakan tradisi ini, karena warga setempat meyakini tradisi ini akan menjauhkan dari malapetaka.

Udit menambahkan, selain harus menggelar ojung setiap tahunnya, tempat pelaksanaan ojung juga tak boleh berpindah. “Tradisi ojung harus tetap dilaksanakan di Dusun Belengguan.”… Awi.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Sawawi:  Bhirawa, Kamis Wage, 30 Januari 2014

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seni Budaya, Situbondo, Th. 2014. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s