Pulau Bawean 1


Pulau Bawean sebagai sebuah pulau yang berada di Laut Jawa, yaitu di antara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan, Pulau Bawean memiliki posisi geografis yang cukup strategis. Untuk mencapai bagian timur kepulauan Nusantara, Pulau Bawean ikut memegang peranan sebagai salah satu lokasi transit bagi alat perhubungan laut di masa lalu. Mengingat kedudukannya sebagai salah satu mata rantai dari jalur perdagangan dan politik, tidak heran apabila Pulau Bawean sejak dulu merupakan tempat yang selalu diperebutkan oleh kelompok-kelompok kekuatan tertentu.

Berdasarkan beberapa sumber, diketahui bahwa suatu kelompok kekuatan di Pulau Jawa ikut memperebutkan Pulau Bawean. Di bawah pimpinan Ratu Kalinyamat yang meninggal sekitartahun 1579, Jepara sebagai salah satu pusat perdagangan dan politik di pesisir utara Pulau Jawa memiliki pengaruh yang cukup besar di wilayah perairan Laut Jawa. Untuk mempertahankan hal itu, pada tahun 1593, Pangeran Jepara — kemenakan sekaligus anak angkat Ratu Kalinyamat– yang menjadi penguasa Jepara, memerintahkan pasukannya untuk menduduki Pulau Bawean (Graaf & Pigeaud,1985).

Selanjutnya pada tahun 1619 ketika kota Tuban ditundukkan oleh Sultan Agung dari Mataram, Pulau Bawean dijadikan tempat pelarian oleh Pangeran Dalem, penguasa Tuban (Graaf & Pigeaud,1985). Tidak diperoleh keterangan tentang kelompok kekuatan mana yang waktu itu memegang kekuasaan atas Pulau Bawean. Hanya pada tahun 1622, seperti yang disebut oleh sumber Belanda, diketahui bahwa Pulau Bawean merupakan wilayah yang dikuasai Surabaya (Graaf, 1986).

Sumber lain juga menyebutkan adanya utusan Sunan Giri yang sempat menetap di Pulau Bawean dalam pelayarannya menyebarkan agama Islam ke Pulau Kalimantan dan pulau-pulau kecil di bagicin timur Nusantara. Kisah tentang kejadian ini masih hidup dalam bentuk cerita turun-temurun pada masyarakat Pulau Bawean sekarang. Begitu pula halnya dengan kisah kedatangan tokoh-tokoh lain dari berbagai tempat dan maksud ke Pulau Bawean.

Dapat disebutkan di sini adanya orang asing yang menulis tentang Pulau Bawean, walaupun tidak secara khusus meneliti data arkeologi, yakni JE Jasper (1906) dan C Lekkerkerker (1935). Selain itu, peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pernah pula berkunjung ke pulau tersebut pada tahun 1970-an. Di luar hasil kerja mereka, informasi yang berhubungan dengan sumberdaya arkeologi Pulau Bawean masih sangat terbatas.

B.  PERMASALAHAN
Dari berbagai sumber sejarah yang ada, diketahui bahwa di masa lalu Pulau Bawean mempunyai peran yang cukup penting dalam percaturan politik maupun ekonomi. Meskipun demikian, belum banyak yang diungkapkan mengenai bukti-bukti fisik yang menunjang keterangan yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah tersebut di atas. Permasalahan yang akan diungkapkan melalui penelitian ini adalah sejauh mana bukti fisik atau data arkeologis dapat menunjang keterangan yang disebutkan dalam sumber- sumber sejarah. Selanjutnya akan diupayakan untuk mengungkapkan pula beberapa aspek kehidupan di Pulau Bawean di masa lalu melalui tinggalan arkeologis maupun etno-arkeologisnya, misalnya saja aspek sosial-budaya dan sosial-ekonomi

C.  TUJUAN DAN SASARAN PENELITIAN
Penelitian arkeologi Islam di Pulau Bawean tentu tidak lepas dari masalah yang berkaitan dengan proses Islamisasi di Nusantara. Hingga saat ini, Pulau Bawean sebagai salah satu lokasi transit, yang menempatkannya sebagai pusat berkumpulnya manusia dengan berbagai ragam budaya dan kepentingannya di masa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Indonesia, belum banyak diteliti.

Mengingat hal tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang karakter sisa budaya di Pulau Bawean. Dengan mengetahui karakter sisa budaya tersebut, diharapkan dapat diungkapkan pula berbagai aspek kehidupan masyarakat Bawean di masa lalu. Dengan demikian kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya mencari, mengumpulkan, dan melengkapi informasi mengenai sumberdaya arkeologi wilayah tersebut, khususnya yang bercorak Islam. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menunjang usaha pengungkapan berbagai aspek kehidupan budaya masyarakatnya pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam. Keseluruhannya dapat pula dikaitkan dengan upaya pengamanan dan pelestarian sisa hasil budaya masyarakat Indonesia masa lampau, serta kemungkinan pengembangan dan pemanfaatannya.

Berkenaan dengan hal itu, sasaran penelitian kali ini adalah seluruh tinggalan di wilayah Pulau Bawean Semuanya diarahkan untuk menjaring pengenalan berbagai sumber daya arkeologinya, baik dari segi seni bangun atau seni hias, pola penyebaran situs dan tinggalan lepasnya, maupun latar belakang sejarah dan etnografis.

D. METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian bertipe eksploratif dengan penalaran induktif. Gambaran karakter sisa kebudayaan diharapkan terjaring melalui generalisasi atas hasil analisis terhadap setiap bentuk data yang didapat di lapangan. Sebagai suatu kegiatan eksploratif maka penelitian dilakukan dalam bentuk survei. Pelaksanaan survei meliputi langkah-langkah sebagai berikut.

1.    Plotting situs yang dijumpai di wilayah penelitian.
2.    Observasi dan pencatatan objek-objek arkeologi berikut kaitannya dengan lingkungan di mana objek tersebut berada.
3.    Perekaman data dalam bentuk gambar dan foto.
4.    Wawancara terbatas untuk keperluan arkeologi sehubungan dengan keberadaan situs.

Hasil survei tadi, dalam batas tertentu merupakan data yang akan dianalisis. Pelaksanaan analisis itu sendiri merupakan proses pengolahan atas data arsitektural, seni hias, dan sebagainya. Tahapannya meliputi analisis awal yang dilakukan secara umum terhadap objek arkeologi selama kegiatan survei berlangsung dan analisis lain yang berkonteks, misalnya analisis lokasional.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Berita Penelitian arkeologi N0. 4, Hasil Budaya Masyarakat Pulau Di Pulau Bawean, Jawa Timur. Yogyakarta 1998, hlm. 1-3

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Beranda. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s