Toeti Adhitama


Prahastoeti Adhitama, Lahir di  Madiun,Jawa Timur, 19 Februari 1935 beragama Islam

TUTI ADHITAMAPendidikan:
SD Cemara II, Solo (1947);
SMPI, Pekalongan (1951);
SMA Budi Utomo, Jakarta (1954);
Fakultas Sastra UIJakarta (B.A., 1951);
Universitas Virginia, AS (1962-1963);
Universitas George Washington, AS (M.A., 1914)

Karier:
Tahun (1963-1915) Toeti sebagai Penyiar radio Voice of America;
Tahun (1915-1916) sebagai Editor majalah Femina;
Penyiar TVRI (1916-sekarang);
Dosen tidak tetap Fakultas Sastra (1919—sekarang) dan
Dosen tidak tetap FISIP UI (1983—sekarang);
Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi majalah Eksekutif (1979-sekarang)
Kegiatan lain: Manajer PT InscoreAdcom (1911-1980);
Anggota Kelompok Ketja Menteri P&K(1980-1983);
Anggota Dewan Kurator LPPM (1984-sekarang)
Alamat Rumah: Jalan Cempaka Putih Tengah 21D/42, Jakarta Telp: 414142
AlamatKantor: Jalati Senopati 67 Jakarta Selatan Telp: 582357
 
Dalam suatu acara wisata keluarga di Mesir, 1975, Toeti dan kedua anaknya mengitari piramid sambil duduk di punggung unta. Balik ke tempat suaminya, menunggu bersama pemilik ketiga unta, segera terjadi perdebatan antara suami Toeti, wiraswastawan Wahyu Adhitama, dan pemilik unta, yangmenuntut sewa ekstra. “Sementara itu, kami bertiga terkatung-katung di punggung unta, tidak tahu cara turun dari punggung hewan jangkung itu,” tutur Toeti. Setelah tuntutan pemilik dituruti, dengan sedikit aba-aba, unta langsung menekuk kaki. Selamatlah Toeti dan kedua anaknya.

Sebagai ahli Komunikasi Antar-Pribadi, dan sejak 198 3 mengajarkan ilmu ini pada Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Indonesia, di samping memberikan kuliah Psikolinguistik di Jurusan Inggris Fakultas Sastra universitas yang sama, Toeti tenang menanggapi kejadian itu: “If was a friendly persuasion dari pemilik unta, agar suami saya membayar lebih banyak,” katanya. Dalam ilmu komunikasi, Toeti mendapat gelar Master dari Universitas George Washington, AS, 1974.
Ia sudah berpraktek di media massa sejak awal 1959, sebagai penerjemah dan penyiar Radio Australia di Melbourne. Terakhir — di samping memimpin majalah Eksekutif, Toeti masih aktif di TVRI. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pernah memberinya penghargaan sebagai pembaca berita terbaik.
Setiap hari, Toeti memulai kesibukannya pada pukul 5 pagi. Potongan rambutnya tetap pendek, cara berpakaiannya pun selalu ringkas dan rapi. Sejak masih di SMA, penampilan Toeti sudah begitu. Ia menyukai warna putih, hitam, dan cokelat muda.
Ayahnya, Prayitno, adalah pensiunan ABRI. Toeti, anak sulung dengan empat adik, mengaku masa kecilnya tidak gemerlapan. Di zaman Revolusi Kemerdekaan, ayahnya turun ke medan. Ia dititipkan pada tantenya, dan harus berpisah dengan adik-adiknya, yangikut saudara-saudara lain.
Mereka berkumpul kembali setelah Toeti tamat SMP. Ia rajin bersenam, main boling, bridge, dan golf. Yang terakhir ini biasa dilakukannya di lapangan Rawamangun. “Seminggu, kalau lagi enak, saya bisa main golf sampai tiga kali,” katanya.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah berita minggu Tempo: Apa & Siapa sejumlah orang Indonesia 1985-1986., Jakarta: Pustaka Grafitipers 1986. hlm. 108 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Madiun, Sosok, Th. 1996 dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s