MASJID AGUNG AT TAQWA BONDOWOSO


Masa pemerintahan Kiai Suroadikusumo Besuki mengalami banyak kemajuan, Besuki menjadi ramai dan padat penduduknya, sehingga perlu dilakukan pengembangan wilayah baru ke arah tenggara. dengan membuka hutan dijadikan daerah hunian.  Daerah baru dibuka tersebut berupa hutan belukar yang masyarakat menyebutnya Wana – Sawa, kemudian berkembang menjadi Bondowoso.

Mas Astrotuno putra angkat Kiai Suroadikusumo, dianggap sebagai orang yang sanggup memikul tugas tersebut yang sebelumnya dinikahkan dengan putri dari Bupati Probolinggo yaitu Roro Sadiyah. Pengembangan wilayah tersebut selain bertujuan politis, juga sebagaiupaya menyebarkan agama Islam mengingat di sekitar wilayah yang dituju kehidupan penduduknya masih menganut ajaran animisme. Tugas tersebut dilaksanakan pada tahun 1789.

Dalam melaksanakan tugasnya, Mas Astrotuno dibantu oleh empat orang asistennya yaitu Puspo Driyo, Jotirto, Wirotruno, dan Jiwo Truno.  Dalam perluasan wilayahnya, dibangunlah kediaman penguasa di sebelah selatan sungai Blindungan, sebelah barat sungai Kijing, dan di sebelah utara Sungai Growongan (Nangkaan). Tempat ini kemudian dikenal sebagai “kabupaten lama” Blindungan yang terletak kurang lebih 400 meter di sebelah utara alun-alun.

 

Selanjutnya merancang pembangunan kota, alun-alunnya seluas empat bahu. Rumah kediaman penguasa menghadap selatan yang terletak di utara alun-alun. Sedangkan di sebelah barat dibangun masjid yang menghadap ke timur.  Masjid inilah yang menjadi cikal bakal Masjid Agung At Taqwa Bondowoso awalnya dikenal dengan Masjid Jami’ Bondowoso.

Sejarah Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso berawal pada tahun 1809 ketika Raden Bagus Assra diangkat sebagai patih berdiri sendiri (zelfstanding) dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi Kertonegoro. Beliau dipandang sebagai penemu (founder) sekaligus penguasa pemerintahan pertama (first ruler) di Bondowoso yang membangun sebuah missigit (masjid).  Masjid Agung At Taqwa adalah masjid yang pertama ada di Bondowoso.

Masjid Agung At Taqwa dibangun dengan gaya arsitektur Hindu – Jawa. Pada awal pembangunan, masjid ini hanya sebuah surau dengan bangunan yang sederhana (non permanen). Dinding bangunan masjid masa itu terbuat dari bambu dan atap dari bahan rumbia. Pada tahun  1819, saat  Raden Bagus Assra  diangkat menjadi Ronggo Bondowoso dengan julukan Kyai Ronggo Bondowoso masjid tersebut di sempurnakan dengan menambah pagar bagian depan dan pintu masuk yang di atasnya dilengkapi dengan sebuah beduk besar yang ditabuh setiap menjelang sholat lima waktu. Untuk menuju ke tempat beduk tersebut harus melewati beberapa anak tangga yang terbuat dari batubata. Tangga inilah yang membuat pintu pagar masjid nampak indah dan kokoh.

Dalam perkembangannya  masjid  ini bernama masjid Jami’ At Taqwa Bondowoso. Pada tahun 1967 Masjid Jami’ At Taqwa mulai direnovasi, pintu pagar yang menjadi ciri khas masjid ini dibongkar dan diganti dengan pagar besi. Proses renovasi saat itu sangat mengagumkan utamanya keterlibatan seluruh masyarakat Bondowoso. Setiap hari dari berbagai penjuru kota dan desa, warga berduyun-duyun menuju Masjid Jami’ At Taqwa untuk mengirim sumbangan secara sukarela berupa bahan-bahan material seperti batu, pasir dan batu bata.  Pada saat itu masyarakat Bondowoso tergerak untuk memiliki sebuah masjid kebanggaan  yang megah dengan arsitektur yang lebih modern. Pada saat renovasi inilah untuk pertama kalinya Masjid Jami’ At Taqwa membangun sebuah menara di sebelah selatan bangunan utama yang digunakan untuk tempat loudspeaker (pengeras suara) sebagai sarana berkumandangnya adzan sholat lima waktu.

Tanggal 12 April 1971, Masjid Agung At Taqwa  dipugar dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Amir Machmud Saat Bupati Bondowoso dijabat oleh R. Arifin Djauharman (1965-1973).

Tahun 1995,  Masjid Jami’ At-Taqwa kembali direnovasi. Saat Bupati Bondowoso dijabat oleh Haji Agus Sarosa,  menjabat tahun 1988 – 1998. Dalam renovasi ini menara masjid semula berada di sisi kanan bangunan utama dipindah ke utara. Dan dalam perkembangannya masjid jami’ berubah nama menjadi Masjid Agung At Taqwa Bondowoso sebagai masjid kebanggaan warga Bondowoso.

Tanggal 24 Januari 2007 masjid direnovasi kembali, yang biaya renovasinya berasal dari APBD dan sumbangan masyarakat dan diresmikan oleh bupati Bondowoso Dr. H. Mashoed Msi.

Lokasi Masjid Agung At Taqwa Bondowoso Jawa Timur di wilayah kecamatan kota Bondowoso tepatnya di jalan Letnan Sutarman No. 08 Bondowoso, Jawa Timur. Batas-batas masjid tersebut adalah sebagai berikut, pada sebelah utara berbatasan dengan kantor Koramil, sebelah selatan SDN Kotakulon I, sebelah barat berbatasan dengan kompleks pemakaman umum dan pemukiman penduduk (Kauman). Sedangkan sebelah timur masjid, yang merupakan bagian depan berbatasan dengan alun-alun kota Bondowoso.

Masjid Agung At Taqwa Bondowoso berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 20000 m2. Meskipun katagori tua, Tahapan-tahapan renovasi masjid akhirnya telah menyulap masjid ini menjadi bangunan yang tergolong modern. Ornament ketuannya telah terganti dengan fisik yang dimodel dengan variasi yang lebih apik. Namun hal tersebut tidak menghapuskan kesan keagungan dari masjid ini.

Bentuk Arsitektur Masjid Agung At Taqwa Bondowoso, pada ruang utama Masjid mempunyai fungsi ganda yaitu antara lain:

Ruang utama Masjid Agung At Taqwa terdiri atas dua lantai. Bangunan pada lantai pertama berupa ruang tertutup yang memiliki 6 saka guru dan 12 saka rawa. Ruang ini merupakan pusat kegiatan jamaah di Masjid Agung At Taqwa. Ruang utama yang cukup luas tersebut digunakan sebagai tempat melaksanakan salat berjamaah lima waktu. Selain sebagai ruang untuk melaksanakan ibadah, ruang utama masjid juga digunakan sebagai sarana pendidikan bagi anak didik dalam praktek salat juga ibadah lainnya. Bangunan ini juga digunakan sebagai ruang untuk melaksanakan kegiatan pengajian, kuliah subuh, serta kegiatan lain yang mendukung kemakmuran masjid.

Lantai pada ruang tersebut terbuat dari keramik yang divariasikan dengan pembatas shaf salat. Atap masjid dibuat berupa kubah dengan bentuk limas segi empat yang di atasnya terdapat ukiran kaligrafi guna menampakkan keagungannya. Dengan arsitektur demikian, maka Masjid Agung At Taqwa seakan-akan memiliki gaya abadi, penuh kemegahan dan kebesaran, serta memancarkan cahaya kebesaran Tuhan.

Di dalam ruang utama ini terdapat kelengkapan yang secara lazim terdapat pula di masjid-masjid agung yaitu mihrab sebagai tempat untuk imam dan mimbar sebagai tempat khatib berkhotbah pada salat Jum’at. Dari berita sejarah yang penulis dapat, mihrab tersebut tidak mengalami perubahan letak dalam setiap renovasi.

Sedangkan ruang utama di lantai kedua digunakan apabila ruang utama di lantai pertama tidak mencukupi untuk menampung jamaah, seperti pelaksanaan salat Idul Fitri dan Idul Adha serta kegiatan-kegiatan lain yang mendatangkan ribuan jamaah. Seperti halnya ruang utama di lantai bawah, ruang utama di lantai dua juga bersebelahan dengan kelas MTs (Madrasah Tsanawiyah).

Serambi masjid ini berada di depan ruangan utama yang dibuat dengan konsep bangunan yang modern. Ruangan ini berbentuk emperan yang pada kedua sisinya terdapat dua ruangan yang juga mendukung kegiatan masjid. Diantaranya ruang kontrol atau ruang operator dan ruang bawah tanah (RBT), ruang kontrol digunakan untuk mengontrol kegiatan yang ada juga sebagai ruang untuk beristirahat petugas keamanan dan kebersihan. Sedangkan ruang bawah tanah digunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat kebersihan, barang-barang tidak terpakai, dan lainnya, sehingga pemanfaatan ruang ini seperti gudang.

Kantor Takmir terletak di sebelah kiri ruang utama. Ruangan ini juga sebagai berkumpulnya atau beristirahatnya imam masjid atau para kiai yang akan mengisi pengajian.

Tempat wudhu bagi wanita berupa ruang tertutup yang berada di sebelah kanan masjid. Ruang ini berdampingan dengan ruang kelas MTs. Sedangkan tempat wudhu bagi pria terletak di sebelah kiri bangunan utama agak ke utara. Ruang ini berdampingan dengan kelas TK.

Menara adzan didirikan di halaman masjid di sebelah kiri. Di atasnya diletakkan loudspeaker sebagai pengeras suara untuk mengumandangkan adzan salat lima waktu.

Taman masjid berada di sebelah utara ruang utama. Taman ini dibangun untuk memperindah masjid.

Fungsi Masjid Agung At Taqwa bagi Masyarakat merupakan tempat ibadah umat Islam, terutama digunakan sebagai tempat salat berjamaah, selain itu masjid merupakan tempat untuk melakukan segala aktifitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah SWT semata. Di tempat suci inilah umat Islam menemukan ketenangan hidup dan kesucian jiwa, karena disana terdapat majelis-majelis dan forum-forum terhormat. Masjid bagi umat Islam adalah institusi yang paling penting untuk membina masyarakat. Di masjidlah rasa kesatuan dan persatuan ditumbuh-suburkan. Demikianlah peran Masjid Agung At Taqwa dalam bidang keagaman dan sosial masyarakat Bondowoso. Sehingga selain sebagai pusat kegiatan keagamaan, masjid ini juga merupakan pusat pendidikan bagi masyarakat. Kegiatan belajar mengajar yang ada khususnya dalam ilmu agama yang merupakan fardlu ‘ain bagi umat Islam.

Sejak tahun 70-an,  kegiatan pendidikan telah banyak terlaksana heskipun bersifat nonformal seperti pengajian kitab oleh para kiai, takmir, dan lainnya. Pengajian tersebut untuk berbagai macam usia, baik besar, kecil, tua dan muda. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan setiap hari mulai pagi hingga petang, penyelenggaraan pendidikan lebih dikembangkan. Saat ini sistem pendidikan yang dipakai dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur sekolah dan jalur luar sekolah. Lembaga-lembaga pendidikan tersebut berada di bawah naungan Yayasan At Taqwa, seperti, MI, TK, TPQ, Madrasah Tsanawiyah, bahkan Sekolah Tinggi Agama Islam At Taqwa. Adapun pendidikan di luar jalur sekolah diantaranya Madrasah Diniyah Awaliyah (Madinah).

Remaja Masjid At Taqwa merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan membina generasi muda dalam melahirkan pribadi muslim yang berkualitas juga untuk memakmurkan kegiatan masjid. Di dalam organisasi ini, para anggota Remaja Masjid dibina dan dibentuk karakter kepribadian dan kecerdasannya sehingga kelak mampu menjalani kehidupan yang lebih Islami. Caranya, lewat berbagai macam metode dan kegiatan, di mana minat, bakat, dan kemampuan positif yang dimiliki para remaja tetap dapat diakomodasi dan disalurkan. Program kegiatan yang dilakukan oleh remaja masjid ini bermanfaat bagi para remaja khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya pesantren ramadhan, latihan kepemimpinan, pengajian, dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga membantu takmir dalam kegiatan-kegiatan yang lain.  Bagi masjid sendiri, keberadaan organisasi remaja masjid juga penting dalam proses pengkaderan yang terstruktur, berjenjang, dan berkesinambungan sejak dini.

Metode Penentuan Arah Kiblat Masjid Agung At Taqwa Bondowoso sebagai masjid “plat merah”  Kabupaten Bondowoso, Seuai ungkapan Ketua Yayasan At Taqwa, bahwa data mengenai metode penentuan arah kiblat Masjid Agung At Taqwa Bondowoso tidak dicatat secara khusus dan data mengenai hal tersebut haruslah dirujuk pada data-data sejarah sekian tahun yang lalu. dalam catatan sejarah yang ada masih belum dapat ditemukan hingga sekarang.

————————————————————————————134N70 nulis DW

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bondowoso, Kabupaten, Lokasi, Wisata, Wisata Relegi dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s