Batik Jonegoroan


Kabupaten Bojonegoro dengan kondisi geografis dan potensi sumberdaya alamnya memiliki potensi besar bagi pengembangan kerajinan batik, khususnya batik yang memiliki motif khas Bojonegoro. Terlebih lagi dengan masih banyaknya potensi sumber daya manusia terutama kaum wanita. Berangkat dari pemikiran memberdayakan secara optimal kaum wanita untuk menekuni usaha mandiri, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 29 Desember 2009 menyelenggarakan festival desain motif batik khas Bojonegoro, Festival itu bertujuan untuk mengangkat potensi daerah Bojonegoro yang di goreskan dalam sebuah motif batik. Dalam penentuannya dipilih 9 karya yang ditetapkan sebagai “Motif Batik Khas Bojonegoro” selanjutnya dipopulerkan dengan nama “Batik Jonegoroan”. Diantaranya motif Rencak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti dan Gatra Rinonce.

Proses pembuatan batik Jonegoroan sama dengan proses pembuatan batik pada umumnya yaitu:

  1. Ngemplong adalah pengerjaan membatik tahap pertama terdiri dari beberapa tahapan, diawali mencuci kain mori untuk menghilangkan kanji yang biasanya terdapat pada kain yang baru. Pengeloyoran, memasukan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang dalam abu merang, agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi. Setelah melalui proses tersebut, kain diberi kanji dan dijemur.
  2. Nyorek atau Memola; proses membuat pola diatas kain mori dengan cara meniru pola motif, disebut dengan ngeblat (menjiplak). Dilakukan secara langsung di atas kain dengan menggunakan pensil atau canting.
  3. Mbathik; proses menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dengan nglowang (menggambar garisgaris diluar pola) dan isen-isen (mengisi pola garis dengan berbagai macam bentuk). Dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian pada pola dengan cara memberi titik-titik (nitik).
  4. Nembok; proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dengan menggunakan lapisan malam yang tebal.
  5. Medel; proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.
  6. Ngerok dan Mbirah; proses menghilangkan malam pada kain, dengan cara dikerok/dikelupas secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dicuci bersih, lalu dianginanginkan.
  7. Mbironi; proses menutupi warna biru dan isen-isen pola dengan menggunakan malam, selain itu ada proses ngrining mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu, dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.
  8. Menyoga; proses mencelupkaan kain ke dalam campuran warna coklat, yang didapat dari soga (kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna coklat).
  9. Nglorot; merupakan proses akhir dalam pembuatan batik tulis maupun cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukan kain kedalam air yang mendidih. Setelah diangkat, kain di bilas dengan air bersih dan kemudian diangin-anginkan hingga kering.

Perkembangan batik Jonegoroan pada saat ini sudah mulai menunjukan kemajuan, peran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam upaya mengenalkan batik Jonegoroan kepada mayarakat masyarkat amat penting.  Dengan cara mengikut sertakan batik Jonegoroan pada event pameran pada tingkat Provinsi dan nasional diharapkan batik Jonegoroan akan lebih dikenal lebih luas lagi.

  1. Tahun 209-2012 Batik Jonegoroan digagas oleh Mahfudhoh Suyoto pada Desember 2009. Memunculkan batik Jonegoroan mengacu pada kondisi geografis dan potensi sumber daya alam yang dimiliki Bojonegoro. Untuk menumbuhkan kreatifitas dan memberdayakan kaum perempuan di Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya, pada tanggal 29 Desember 2009 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro mengadakan festival desain motif batik khas Bojonegoro dengan tema Kekayaan Alam Bojonegoro, diputuskan ada sembilan motif batik yang terpilih. Diantaranya motif Rencak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti dan Gatra Rinonce.
  2. Tahun 2012-2014 Batik Jonegoroan munculnya motif baru tepat di tahun 2012. Diantaranya motif Belimbimbing Lining Lima, Pelempelem Sumilar, Sekar Rosella Jonegoroan, Woh Roning Pisang dan Surya Salak Kartika. Idea ini diangkat dari Potensi yang beraneka ragam milik Kabupaten Bojonegoro, diantaranya kebun belimbing di Kecamatan Kalitidu dan kebun salak di Kecamata Kapas.

Kabupaten Bojonegoro saat ini memiliki empat belas macam motif Batik Jonegoroan. Semua itu tidak lepas dari peran pemerintah yang selalu memberikan inofasi dan semangat kepada masyarakat Bojonegoro. Semua ini tidak lepas dari peran masyarakat dalam hal ini adalah pengrajin batik.

Makna Simbolis Batik Jonegoroan

Tahun 2009 sampai 2012,  Batik Jonegoroan memiliki empat belas macam motif batik. Berikut sembilan motif batik Jonegoroan.

  • rancak-thengul-bojonegoroRancak Tengul, Wayang Thengul merupakan salah satu kesenian tradisional khas yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Bojonegoro, bentuk tiga dimensi terbuat dari kayu dengan asesoris kain sebagai busananya. Dasar cerita manak dan panji gunungan / kalpataru-nya juga berbahan kayu dan bulu burung merak. Rancak Thengul (bahasa jawa) mengandung arti seperangkat Wayang Thengul sebagai warisan tradisional di Kabupaten Bojonegoro akan selalu terjaga eksistensinya, menjadi ikon Bojonegoro, lebih dikenal dan digemari masyarakat luas dan sekaligus sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan salah satu warisan pusaka Budaya (cultural heritage).
  • parang-lembu-sekar-rinambatParang Lembu Sekar Rinambat Sapi yang ditambatkan dikandang membentuk barisan miring dengan kombinasi warna hitamputih menggambarkan dimasa mendatang Kabupaten Bojonegoro akan menjadi pusat penngembangan peternakan sapi. Parang lembu (bahasa jawa) deretan sapi yang ditambatkan membentuk barisan miring. Sekar Rinambat (bahasa jawa) bunga yang selalu merambat tanpa batas. Parang Lembu Sekar Rinambat bermakna, Kabupaten Bojonegoro dikenal harum akan peternakan sapinya sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • sekar-jati-bojonegoroSekar Jati Tanaman jati mulai dari akar, pohon dan daun dapat dimanfaatkan. Kayunya merupakan bahan meubelair dan kerajinan bubut kayu. Sekar (bahasa jawa) bunga, Jati (pohobn jati) sehingga bermakna tumbuh suburnya pohon jati di Kabupaten Bojonegoro selaras dengan berkembangnya sentra-sentra kerajinan kayu jati (meubel, bubut kayu, gembol) sebagai roda kemajemukan dan kreatifitas masyarakat.
  • pari-sumilak-bojonegoroPari Sumilak Kesuburan tanah (warna coklat) di bumi Angling Dharmo, sangat tepat kalau ditanami padi dan dibudidayakan secara maksimal sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani dan masyarakat Bojonegoro. Pari (bahasa jawa) padi. Sumilak (bahasa jawa) sudah mulai menguning dan siap panen, sehingga mempunyai makna padi yang sudah siap dipanen di semua wilayah Bojonegoro. Diharapkan ke depan Bojonegoro menjadi lumbung padi.
  • sata-ganda-wangiSata Ganda Wangi Sejak dahulu tembakau Bojonegoro sudah dikenal di seluruh nusantara, sehingga menjadi salah satu produksi unggulan selain kayu jati dan produk unggulan lainnya. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman ini menghasilkan aroma khas/harum yang berbeda dengan daerah lain. Sata (bahasa jawa) tembakau. Ganda (bahas jawa) aroma. Wangi (bahasa jawa) harum, sehingga bermakna tembakau Bojonegoro memiliki aroma harum. Diharapkan nama Bojonegoro menjadi harum dan terkenal lewat tembakau sebagai salah satu potensinya.
  • parang-dahono-munggal-bojonegoroParang Dahana Manunggal Kayangan Api adalah salah satu objek wisataa andalan di Kabupaten Bojonegoro. Merupakan sumber api abadi terbesar di Asia Tenggara dan pernah menjadi tempat pengambilan api pada PON XV tahun 2000. Parang (bahasa jaawa) miring. Dahana (bahasa jawa) api. Mungal (bahasa jawa) menyala/berkobar, sehingga bermakna bentuk miring dari api yang menyala/berkobar sepanjang waktu. Simbul masyarakat Bojonegoro yang dinamis, semangat dan mampu memberikan cahaya bagi masyarakat disekitarnya.
  • jagung-miji-emas-bojonegoroJagung Miji Emas Jagung merupakan tanaman yang merakyat dan tumbuh subur di Kabupaten Bojonegoro. Hasil yang melimpah menggambarkan bahwa jugung juga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus sebagai salah satu pengganti makanan pokok beras. Jagung miji (bahas jawa) berbiji. Emas memiliki makna tanamanjagung di Bojonegoro adalah yang terbaik, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mengangkat nama Bojonegoro dengan hasil jagungnya.
  • mliwis-mukti-bojonegoroMliwis Mukti Mliwis putih adalah jelmaan Prabu Angling Dharmo (Raja Malowopati) yang menurut legenda kerajaannya dianggap pernah ada di daerah Bojonegoro. Mliwis (bahasa jawa) burung belibis jelmaan Prabu Angling Dharmo. Mukti (bahasa jawa) mulia, sehingga bermakna meliwis yang mulia/tinggi. Bukan sembarang mliwis karena jelmaan Raja yang dapat memotifasi masyarakat Bojonegoro untuk kerja keras, tekun dan ulet dalam berkarya guna mencapai kemakmuran.
  • gatra-rinonce-bojonegoroGatra Rinonce Visualisasi perpaduan RIG (Alat mengambil minyak) minyak dan gas bumi digambarkan sulur dan bunga, dimana satu dengan yang lainnya saling berhubungan dalam satu kesatuan bentuk. Warna hijau dan kuning melambangkan kemakmuran, kemmiliaan dan keindahan. Ga (gas), Tra (petra) minyak, Rinonce (bahasa jawa) ditata satu persatu, dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh dan indah sehingga bermakna adanya gas dan minyak bumi. Apabila dikelola dikelola dengan baik dan tetap menjaga keseimbangan dan kelestarian alam dan dimanfaatkan untuk keselamatan umat manusia, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Lima/5 moptif baru yang bertemakan Agro Bojonegoro yang dikenalkan pada tahun 2012 sampai sekarang masih di buat oleh para pengrajin batik Jonegaran  antara lain

  • Belimbing Lining Lima Adalah penggambaran potensi belimbing yang ada di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dimana buah belimbingtersebut berasa manis dan segar, dengan ukuran besar berwana kuning. Berbentuk bintang lima dan kalau terlihat dari samping bergaris lima, karena halus dan bersihnya kulit belimbing.
  • Pelem-pelem Sumilar Adalah motif mangga. Utamanya mangga jenis gadung yang manis dan segar dan sudah menjadi tanaman masyarakat manggaBojonegoro sejak dahulu dan sudah dikenal masyarakat diluar Bojonegoro, Utamanya kota-kota besar di Indonesia. Sekarang mangga Bojonegoro selalu ditunggu dan dinikmati buahnya oleh masyarakat, karenanya buah mangga Bojonegoro di ibaratkan selalu bersinar.
  • rosellaSekar Rosella Jonegoroan, gambaran tanaman Rosella yang berbuah merah, merupakan salah satu potensi agro wisata Bojonegoro. Jika diolah akan menjadi minuman segar dan menyehatkan dan ada rasa khas yang berbeda dengan daerah lain. Sehingga motif batik rosella dinamakan Sekar Rosella Jonegoroan.
  • pisangWoh Roning Pisang Adalah penggambaran motif pisang susu belirik, salah satu buah andalan budidaya masyarakat Bojonegoro. Disebut Woh Roning Pisang, karena keseimbangan antara daun dan buah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, hal tersbut sangat diperlukan dalam social kehidupan.
  • salakSurya Salak Kartika Adalah penggambaran buah salak, hasil budidaya masyarakat Bojonegoro, khususnya di Desa Wedi dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Kapas. Salak memiliki rasa khas, rasa manis agak sedikit asam dan sedikit berair juga buahnya besar dan bersih.

Batik Jonegoroan Sebagai Ikon daerah Kabupaten Bojonegoro, yang baru lima tahun terakhir ini menggencarkan budaya membatik, dan mempunyai motif bertemakan sumber daya alam dan budaya Kabupaten Bojonegoro. Mampu menumbuhkan antusianme masyarakat, sehingga membuat pemerintah optimis akan besarnya tekat masyarakat yang akan menggeluti usaha batik.

Berbaga upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam melestarikan  Batik Jonegaran meliputi:

  • Membuat Keputusan Nomor : 188/50/KEP/ 412.11/2010 tanggal 25 Februari 2010 tentang 9 (sembilan) Motif Batik Jonegoroan Kabupaten Bojonegoro. Langkah tersebut supaya batik Jonegoroan mendapat perlindungan dan mempunyai hak paten. Supaya batik Jonegoroan tetap lestari dan selalu dekat dengan masyarakat Bojonegoro.
  • Membuat peraturan kepada kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro yang mewajibkan berpakaian batik Jonegoroan pada hari kamis dan jumat. Peraturan tersebut terdapat pada Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 44 Tahun 2014 Pasal 33.16.
  • Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Pelatihan serta pendampingan supaya lebih banyak masyarakat yang menggeluti usaha batik teruta kaum perempuan.
  • Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro mengadakan pengawasan mutu untuk menjaga kualitas batik Jonegoroan. Karena pangsa pasar terbuka dan menyebabkan persaingan semakin ketat.
  • Sekolahsekolah di Bojonegoro satu minggu satu kali diharuskan memakai seragam batik khas Bojonegoro.
  • Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro berencana akan tetap menggelar lomba disain batik Jonegoroan dengan tema potensi daerah, untuk melahirkan motif baru batik Jonegoroan.
  • Mengikut sertakan Batik Jonegaran dalam pameran tingkat daerah maupun nasional, untuk mengenalkan produk batik Jonegoroan kepada masyarakat luas.
  • Di Bojonegoro Batik motif Jonegoroan bisa diperoleh di sentra pengrajin batik, juga bisa diperoleh di Show Room Dekranasda Disperindag Bojonegoro.

Batik modern lebih banyak digemari masyarakat saat ini dari pada  batik klasik. Hal ini dikarenakan batik modern memiliki banyak motif dan memiliki warna yang beragam. Dari kalangan remaja hingga orang tua banyak yang menyukai batik modern yang memiliki motif yang unik.  Bojonegoro dengan potensi alam yang dimiliki dapat memberikian inspirasi bagi masyarakat Bojonegoro untuk menciptakan karya seni dalam bentuk motif batik yang beraneka ragam. Sehingga  Batik Jonegaran diharapkan mampu menjawab dan memenuhi apa yang diinginkan oleh pasar.

——————————————————————————————-

Ryan Bajuri, Pusaka Jawatimuran Team

AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, Volume 3, No. 3,  Oktober 2015
Hanif at tanthowy, Septina Alrianingrum
Ragam Motif Batik Bojonegoro Sebagai Upaya Membangun Identitas Daerah  Di Bojonegoro Tahun 2009-2014 Universitas Negeri Surabaya
Sumber gambar
http://www.kanalbojonegoro.com
https://potensi-bojonegoro-matoh.blogspot.co.id

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bojonegoro, Kabupaten, Lokasi, Seni Budaya, Sentra, Th. 2014 dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s