Batik Sendang Lamongan


Batik Sendang Lamongan memiliki 3 motif baru  pada tahun 2012 yang dihasilkan dari perlombaan mendesain motif batik yang bertemakan Lamongan. Motif baru tersebut meliputi

  • motif bandeng lele sebagai Icon Kabupaten Lamongan,
  • motif gapuro Tanjung Kodok dan,
  • motif kepiting yang diciptakan berdasarkan sumber ide berasal dari daerah Lamongan.

Motif  batik Sendang Lamongan ditinjau dari ragam hias  utama, pelengkap, isen-isen dan makna motif dan warna motif batik Sendang Lamongan. Dalam menentukan motif  batik Sendang Lamongan mengacu dari lambang kabupaten yang berupa bandeng dan lele, benda-benda yang ada di sektor perikanan daerah pantura yaitu kepiting. Motif dan warna batik menjadi ciri khas batik Sendang Lamongan tentunya memiliki makna karena motif tersebut muncul melalui pengalaman-pengalaman yang terjalani dan sesuai dengan lingkungan hidup di sekitar kabupaten Lamongan.

  1. Penerapan Sumber Ide Pada Batik Sendang Dalam Lomba yang Diadakan Oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan
  2. Motif Bandeng Lele

Motif batik Bandeng lele dijadikan sebagai Icon Kabupaten Lamongan yang diperoleh dari hasil perlombaan membuat motif batik dengan tema Lamongan. Batik motif bandeng lele tercipta dari hasil perlombaan yang diadakan pada tahun 2012, dan motif bandeng lele ditetapkan sebagai Icon Kabupaten Lamongan.

Motif bandeng lele merupakan pemenang lomba juara 1 tahun 2015. Sumber ide motif Bandeng lele berasal dari binatang yang mempunyai keistimewahan serta menyimpan cerita sejarah Kabupaten Lamongan yang diwujudkan menjadi lambang Kabupaten Lamongan yaitu Bandeng dan Lele.

  1. Motif batik Gapuro Tanjung Kodok

Motif batik gapuro tanjung kodok yang diteliti merupakan pemenang lomba juara 1 tahun 2013. Hal tersebut sesuai pendapat Bapak Eko (Staf Diskoperindag). Batik gapuro tanjung kodok bersumber ide dari benda yang ada disekitar Kabupaten Lamongan yaitu Gapuro dan Batu Kodok.

Gapuro merupakan tempat yang dahulu digunakan berkumpulnya antara kanjeng Sunan Drajat dan Sunan Sendang yang terletak disekitar tanjung kodok. Akan tetapi gapuro tersebut sudah dipindah dengan bentuk yang sama dan sekarang digunakan sebagai gapura pintu masuk makam Sunan Sendang tepatnya di Desa Sendangduwur.

Tanjung kodok bersumber ide dari sebuah batu yang menjorok kelaut dengan bentuk yang menyerupai hewan kodok. Berdasarkan ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa motif Gapuro Tanjung Kodok bersumber ide dari benda yang ada disekitar Lamongan, dalam hal ini yaitu Gapura Makam Sunan Sendang dan Tanjung Kodok. Sesuai gambar sumber ide penggabungan gapuro dan tanjung kodok,  sehingga muncul motif gapuro tanjung kodok. Penggambaran gapuro dan tanjung kodok diteparkan pada ragam hias utama pada batik.

  1. Motif batik Kepiting

Motif Batik Kepiting merupakan desain hasil lomba motif batik yang bertemakan Lamongan pemenang juara 2 tahun 2014. Batas sebelah utara Lamongan merupakan daerah pesisir yang sebagain besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan, hasil tanggkap ikan yang banyak diperoleh yaitu kepiting, sehingga diwujudkan pula patung kepiting raksasa tepat di pintu masuk Wisata Bahari Lamongan (WBL). Hal itu menunjukkan bahwa kepiting merupakan hasil tangkapan para nelayan yang banyak dijumpai dan merupakan ciri khas fauna daerah pantura di Kecamatan Paciran. Sumber ide batik motif kepiting dari binatang yang merupakan hasil sektor perikanan daerah pantura yang banyak dijumpai di daerah pesisir kecamatan Paciran serta diwujudkan dalam bentuk patung Raksasa tepat di pintu masuk Wisata Bahari Lamongan.

Bentuk motif batik diketahui bahwa ragam hias utama pada motif Bandeng lele ini adalah ragam hias binatang berupa ikan Bandeng dan Lele. Penggambaran Bandeng dan Lele ditampilkan secara utuh dengan menggunakan warna hijau tosca serta warna dasar hijau tua sesuai warna dasar Lambang Kabupaten. Gambar bandeng dan lele berdampingan dengan bentuk sedikit melengkung. Ragam hias pelengkap pada motif bandeng lele adalah ragam hias berupa bunga melati dan rantai. Pada ragam hias pelengkap berupa melati. ragam hias isen-isen yang digunakan pada motif bandeng lele adalah cecek-cecek dan cecek sembilan. Isen-isen menggunakan warna coklat muda.

  1. Motif Gapuro Tanjung Kodok

Berdasarkan hasil observasi  mengenai bentuk motif batik diketahui bahwa ragam hias utama pada motif Gapuro Tanjung Kodok adalah ragam hias alam yang berupa gapuro dan batu kodok. Penggambaran Gapuro dan tanjung kodok ditampilkan secara utuh. Pada ragam hias utama berupa gapuro dan tanjung kodok menggunakan warna biru  tua yang mengikuti warna dasar pada batik serta dikombinasi dengan warna hitam. Ragam hias pelengkap pada motif Gapuro Tanjung Kodok  adalah ragam hias berupa daun singkong dan burung garuda. ragam hias isen-isen pada motif batik Gapuro tanjung Kodok adalah cecek-cecek. Ragam hias isen-isen pada motif batik ini pengisis bidang kosong pada ragam hias pelengkap. Isen cecek-cecek menggunakan warna putih.

Berdasarkan hasil observasi mengenai bentuk motif batik diketahui bahwa ragam hias utama pada motif kepiting adalah berupa ragam hias hewan berupa kepiting. Penggambaran kepiting ditampilkan secara utuh. Ragam hias utama menggunakan warna merah muda. Ragam hias pelengkap pada motif Kepiting adalah ragam hias berupa daun cerme. Para warna ragam hias pelengkap mengikuti warna dasar batik dengan divariasi dengan menggunakan warna hitam. ragam hias pelengkap pada motif Kepiting  adalah ragam hias berupa daun cerme. Para warna ragam hias pelengkap mengikuti warna dasar batik dengan divariasi dengan menggunakan warna hitam.

  1. Makna Motif Dan Warna Batik Sendang Dari Hasil Lomba Tahun 2013-2015
  2. Motif Bandeng Lele

Sesuai dengan hasil wawancara mengenai makna warna dan ragam hias batik bersama ibu Alismawati  (pengrajin batik Sendang) dan Bapak Eko Budi (Staf diskoperindag) bahwa pada motif batik bandeng lele ragam hias utama digambarkan  secara utuh ikan lele dan ikan bandeng dengan menggunakan warna tosca. Ikan Lele memiliki makna kehidupan masyarakat Lamongan yang ulet, tahan menderita, sabar serta tahan emosi apabila mendapaatkan suatu masalah. Ikan bandeng memiliki makna semangat untuk mencapai tujuan mulia. Ragam hias pelengkap pada batik bandeng lele yaitu rantai dan bunga melati. Ragam hias rantai memiliki makna ikatan persatuan yang terus dijaga untuk menuju kedamaian. Bunga melati memiliki arti kesucian, kelembutan dan keharuman dalam kehidupan bermasyarakat. Pada ragam hias pelengkap menggunakan warna coklat muda yang memiliki makna kebersamaan dan rendah hati. Warna coklat ini diambil dari warna tanah daerah Lamongan. Pada motif batik bandeng lele terdapat isen-isen yang menyimpan makna. Isen titik-titik yang rata menggambarkan sebagai derasnya hujan yang digunakan sebagai sumber kehidupan dan penyegar kebahagiaan dalam berumah tangga. Isen cecek pitu menggambarkan kerukunan masyarakat dengan berbagai macam agama, keyakinan dan perguruan yang berbeda tetapi hidup rukun damai dan sejahtera. Pada warna isen-isen pada batik bandeng lele ini menggunakan warna coklat muda  yang memiliki makna rendah hati.

  1. Motif Gapuro Tanjung Kodok

Sesuai hasil wawancara bersama pengrajin batik Ibu Hj. Ruhayatin mengenai makna ragam hias batik, bahwa ragam hias utama pada motif Gapuro Tanjung Kodok adalah gambar utuh bentuk gapuro dan tanjung kodok. Pada ragam hias utama berupa gambar gapuro memiliki makna “Sugeng rawuh” yang artinya selamat datang. ragam hias pelengkap pada motif gapuro tanjung kodok adalah daun singkong yang memiliki makna rasa syukur terhadap nikmat dan rizki yang diberikan Tuhan. Isenisen pada motif Gapuro tanjung kodok ini adalah cecek-cecek yang memiliki makna derasnya hujan sebagai sumber kesegaran sumber kehidupan dan penyegar kebahagiaan dalam berumah tangga. Warna isen-isen menggunakan warna putih. Sesuai hasil wawancara bersama Ibu Ruhayatin, bahwa warna pada isen-isen tidak meiliki makna, hanyasebagai memperindah pada batik motif gapuro tanjung kodok.

  1. Motif Kepiting

Ragam hias utama pada motif kepiting adalah hewan kepiting yang digambarkan secara utuh. Gambar kepiting dengan badan yang besar serta memiliki capit mengandung  makna keyakinan dan percaya diri seseorang dalam keadaan apapun serta perlindungan seorang pemimpin besar terhadap rakyat-rakyat kecil. Ragam hias tambahan pada batik kepiting adalah daun cerme. Bentuknya kecil dan mudah rontok atau jatuh apabila tertiup angin. Hal ini melambangkan sebagai manusia haruslah tolong menolong khususnya pada rakyat kecil. Sebab dari rakyat kecillah semuanya dapat berhasil. Pada ragam hias pelengkap menggunakan warna yang sama dengan warna dasar yaitu kuning dan  divariasi dengan warna hitam.  Warna kuning memiliki makna ketentraman yang melambangkan kehidupan masyarakat Lamongan yang hidup damai dan tentram, sedangkan warna hitam tidak memiliki makna, hanya saja sebagai memperindah warna batik. Isen-isen pada motif kepiting tidak memiliki makna akan tetapi hanya sebagai pengisi untuk melengkapi dan memperindah pada motif secara keseluruhan.

Penerapan Sumber Ide Pada Batik Sendang Dalam Lomba yang Diadakan Oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan

  1. Motif Bandeng Lele

Motif bandeng lele yang diteliti ini merupakan pemenang juara I tahun 2015 hasil karya Ibu Alismawati, karena motif pemenang lomba pada tahun sebelumnya memiliki motif yang sama yaitu motif bandeng lele, sehingga batik yang diteliti ini merupakan motif terbaru yaitu pemenang  juara 1 tahun 2015. Perlombaan diadakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan sebagai upaya pelestarian kebudayaan Lamongan. Motif bandeng lele bersumber ide dari binatang berupa bandeng dan lele yang mempunyai keistimewahan sehingga diwujudkan sebagai lambang Kabupaten Lamongan. Hal ini sesuai dengan pendapat (Sukamto, 1986: 14) bahwa salah satu obyek yang mendatangkan inspirasi bagi pencipta motif batik adalah binatang (hewan) yang  mempunyai keistimewahan. Sesuai dengan Sumber ide lambang kabupaten yang berupa bandeng dan lele, sehingga gambar bandeng dan lele diterapkan pada ragam hias utama.

  1. Motif Gapuro Tanjung Kodok

Motif batik Gapuro Tanjung Kodok  merupakan motif batik khas Sendang Lamongan yang tercipta dari hasil perlombaan yang mulai diadakan pada tahun 2012. Batik Motif gapuro tanjung kodok yang diteliti merupakan hasil lomba juara I pada tahun 2013 karya Ibu Ruhayatin, karena motif gapuro tanjung kodok ini merupakan motif terbaik pada tahun 2013. Motif batik gapuro tanjung kodok bersumber ide dari benda-benda yang ada disekitar Lamongan yaitu Gapuro dan Tanjung kodok. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Sukamto, 1986:14) bahwa salah satu obyek yang mendatangkan inspirasi bagi pencipta motif batik adalah benda-benda yang ada di sekitar kita

  1. Motif Kepiting

Batik motif kepiting yang diteliti merupakan hasil lomba juara II Tahun 2014 karya ibu Ruhayatin. Motif kepiting ini berupakan motif terbaik pada pada tahun 2014, karena motif pemenang pada tahun sebelumnya memiliki motif sama yaitu motif kepiting. Batik motif kepiting bersumber ide dari binatang kepiting. Sesuai dengan pendapat (Sukamto, 1986:14) bahwa salah satu obyek yang mendatangkan inspirasi bagi pencipta motif batik adalah binatang (hewan) yang  mempunyai keistimewahan. Kepiting merupakan hasil perikanan dan menjadi ciri khas fauna daerah pantura karena letaknya yang sangat dekat dengan laut, sehingga diwujudkan pula patung kepiting raksasa tepat di pintu masuk Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sesuaai dengan sumber ide kepiting, maka gambar kepiting diterapkan pada ragam hias utama pada batik motif kepiting.

  1. Ciri-Ciri Batik Sendang dari Hasil Perlombaan Pada Tahun 2013-2015 ditinjau dari Ragam Hias Utama, Ragam Hias Pelengkap dan Isen-Isen.

Menurut pengertian ragam hias batik (Hamzuri, 2000:1) dijelaskan bahwa bagian-bagian dari gambar yang diwujudkan dalam bentuk visual yang membentuk suatu motif. Ragam hias yang digunakanpada Batik Sendang Lamongan yaitu:

  1. Motif Bandeng Lele

Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik bandeng lele termasuk jenis ragam hias binatang yang hidup di air yaitu berupa Bandeng dan lele. Hal tersebut sesuai pendapat (Hamzuri, 2010: 01) bahwa jenis ragam hias dibedakan menjadi 7 yaitu manusia, binatang, tumbuhan, geometris, abstrak, cerita sejarah dan alam. Ragam hias pelengkap pada motif batik Bandeng Lele yaitu berupa rantai dan bunga melati. Sesuai pendapat (Susanto, 1980: 261) bahwa ragam hias pelengkap merupakan penghias bidang agar keseluruhan motif terlihat indah. Isen-isen pada motif bandeng lele yaitu cecek-cecek dan cecek pitu. Sesuai dengan pendapat (Sosanto:1980: 261), bahwa ragam hias merupakan gambar yang berupa unsur titik-titik, gabungan antara titik-titik dan garis yang berfungsi sebagai pengisi untuk melengkapi dan memperindah suatu motif secara keseluruhan

  1. Motif Gapuro Tanjung Kodok

Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik gapuro tanjung kodok termasuk jenis ragam hias alam yaitu berupa Gapuro dan tanjung kodok. Hal tersebut sesuai pendapat (Hamzuri, 2010: 01) bahwa jenis ragam hias dibedakan menjadi 7 yaitu manusia, binatang, tumbuhan, geometris, abstrak, cerita sejarah dan alam. Batik Gapuro Tanjung kodok terdiri dari 2 ragam hias pelengkap yaitu berupa daun singkong dan burung garuda. Sesuai pendapat (Susanto, 1980: 261) menjelaskan bahwa ragam hias pelengkap merupakan penghias atau pelengkap bidang agar keseluruhan motif terlihat indah. Isen-isen pada motif gapuro tanjung kodok yaitu cecek-cecek. Sesuai dengan pendapat (Sosanto, 1980: 261) bahwa ragam hias isen-isen merupakan gambar yang berupa unsur titik-titik, gabungan antara titik-titik dan garis yang berfungsi sebagai pengisi untuk melengkapi dan memperindah suatu motif secara keseluruhan.

  1. Motif Kepiting

Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik kepiting merupakan jenis ragam hias binatang yang hidup di air yaitu berupa kepiting. Hal tersebut sesuai pendapat (Hamzuri, 2010: 01) bahwa jenis ragam hias dibedakan menjadi 7 yaitu manusia, binatang, tumbuhan geometris, abstrak, cerita sejarah dan alam. Ragam hias pelengkap pada motif batik kepiting berupa daun cerme yang digambar memenuhi bidang kain. Bentuknya lebih kecil dibandingkan ragam hias utama. Sesuai kajian pustaka mengenai ragam hias pelengkap (Susanto, 1980: 261) menjelaskan bahwa ragam hias pelengkap merupakan penghias atau pelengkap bidang agar keseluruhan motif terlihat indah. Ragam hias isen-isen pada motif kepiting yaitu cecek-cecek. Sesuai dengan pendapat (Sosanto, 1980: 261) bahwa ragam hias isen-isen merupakan gambar yang berupa unsur titik-titik, gabungan antara titik-titik dan garis yang berfungsi sebagai pengisi untuk melengkapi dan memperindah suatu motif secara keseluruhan.

  1. Makna Motif dan Warna Batik Sendang Dari Hasil Lomba Tahun 2013-2015
  2. Motif Bandeng Lele

Ragam hias utama berupa bandeng dan lele digambarkan secara utuh. Ikan Lele memiliki makna kehidupan masyarakat Lamongan yang ulet, tahan menderita, sabar serta tahan emosi apabila mendapaatkan suatu masalah. Ikan bandeng memiliki makna  semangat untuk mencapai tujuan mulia. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Musman, Asti dan Arini, Ambar, 2011:5) mengenai makna batik, bahwa motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bermakna, yang bernuansa tradisional jawa, islami, hindhuisme dan buhaisme. Warna pada ragam hias utama motif bandeng lele menggunkan warna hijau tosca yang memiliki makna kesegaran daerah perairan tambak ikan di kabupaten Lamongan. Sesuai dengan kajian pustaka (Pemkab Lamongan, 2008: 35) mengenai warna Lambang Kabupaten Lamongan berwarna latar hijau tua yang melambangkan kesuburan.

  1. Motif Gapuro Tanjung Kodok

Ragam hias utama pada motif batik Gapuro Tanjung Kodok yaitu berupa gambar gapuro memiliki makna “Sugeng rawuh” yang artinya selamat datang. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Musman, Asti dan Arini, Ambar, 2011:5) mengenai makna batik, bahwa motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bermakna, yang bernuansa tradisional jawa, islami, hindhuisme dan budhaisme. Pada ragam hias utama menggunakan warna yang sama dengan warna dasar batik yaitu biru tua dan variasi dengan warna hitam. Sesuai dengan hasil wawancara kepada Ibu Ruhayatin, bahwa warna biru tua pada batik gapuro tanjung kodok ini memiliki makna kesetiaan. Sesuai pendapat (Soesanto, 1980: 178), bahwa warna merupakan sumber keduniawian yang dapat memberi rasa keindahan dan memberikan kesan. Ragam hias pelengkap pada motif gapuro tanjung kodok adalah daun singkong yang memiliki makna rasa syukur terhadap nikmat dan rizki yang diberikan Tuhan. Hal tersebut sesuai pendapat pengrajin batik ibu Ruhayatin, bahwa makna ragam hias pelengkap tersebut sesuai dengan kehidupan Raden Sunan Sendang yang hidup sederhana dan memanfaatkan tanaman disekitarnya. Isen-isen pada motif Gapuro tanjung kodok ini adalah cecek-cecek yang memiliki makna derasnya hujan sebagai sumber kesegaran sumber kehidupan dan penyegar kebahagiaan dalam berumah tangga. Isen-isen pada motif initidak meiliki makna.

  1. Motif Kepiting

Ragam hias utama pada motif kepiting adalah hewan kepiting yang digambarkan secara utuh. Gambar kepiting dengan badan yang besar serta memiliki capit  mengandung  makna keyakinan dan percaya diri seseorang dalam keadaan apapun serta perlindungan seorang pemimpin besar terhadap rakyat-rakyat kecil. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Musman, Asti dan Arini, Ambar, 2011: 5) mengenai makna batik, bahwa motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bermakna, yang bernuansa tradisional jawa, islami, hindhuisme dan buhaisme. Pada Ragam hias utama menggunakan warna ,merah muda, dalam hal ini tidak memiliki makna hanya saja memang sengaja menggunakan warna yang kontras dengan warna dasar, sehingga terlihat jelas ragam hias utamanya. Ragam hias Pelengkap pada batik kepiting adalah daun cerme. Bentuknya kecil dan mudah rontok atau jatuh apabila tertiup angin. Hal ini melambangkan sebagai manusia haruslah tolong menolong khususnya pada rakyat kecil. Sebab dari rakyat kecillah semuanya dapat berhasil. Pada ragam hias pelengkap menggunakan warna yang sama dengan warna dasar yaitu kuning dan  divariasi dengan warna hitam.  Warna kuning memiliki makna ketentraman yang melambangkan kehidupan masyarakat Lamongan yang hidup damai dan tentram, sedangkan warna hitam tidak memiliki makna, hanya saja sebagai memperindah warna batik. Sesuai pendapat (Soesanto, 1980: 178), bahwa warna merupakan sumber keduniawian yang dapat memberi rasa keindahan dan memberikan kesan. Pada motif batik kepiting terdapat isen-isen yaitu cecekcecek. Isen-isen pada motif kepiting tidak memiliki makna akan tetapi hanya sebagai pengisi untuk melengkapi dan memperindah suatu motif.

 

——————————————————————————————-e-Journal. Volume 05 Nomor 02 Tahun 2016, Edisi Yudisium Periode Mei 2016,Hal 1-9
Richah Rohmaya,  Yulistiana
BATIK SENDANG LAMONGAN
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kabupaten, Lamongan, Lokasi, Seni Budaya, Sentra, Th. 2015 dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s