Batik “Manggur” kota Probolinggo


Dengan ditetapkannya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, hampir seluruh daerah di Indonesia berlomba lomba untuk mengembangakan kreasi batiknya mulai dari motif, produk batik yang bervariasi serta proses dalam pembuatan batik itu sendiri. Probolinggo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang juga turut andil dalam menciptakan beberapa karya seni batik. Usaha batik “Manggur” yang dimiliki oleh Siti Malikha terletak di Jl. Kyai haji Sulthon Dusun Subur Kelurahan Triwung Kidul Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Siti Malikha  merupakan salah satu pengrajin dan pemilik usaha batik di kota Probolinggo dengan ciri khas motif “Manggur” (Mangga Anggur) pada kerajinan batiknya. Usaha batik “Manggur” semakin eksis dengan beberapa motif lainnya yang semakin banyak diantaranya adalah motif batik “Wayang Manggur” dan motif batik ”Manggur”.  Namun kedua motif ini perlu dikembangkan agar lebih bervariasi lagi khususnya dalam penyusunan komposisi motif batik.

Bentuk Desain Motif Batik “Manggur”
Probolinggo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki karakteristik batik seperti beberapa kabupaten lainnya di Jawa Timur. Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah Mangga dan Anggur menjadi identitas bagi para perajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (Bayu, Angin, Anggur dan Mangga). Probolinggo memiliki beberapa kawasan wisata indah yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya adalah  wisata candi Lawang Kedaton yang terletak di desa Andung Biru kecamatan Tiris. Peninggalan sejarah ini sangat terkenal akan reliefnya yang menceritakan  sejarah pada jaman dulu. Candi ini terbuat dari batu andesit serta ukuran candi  6 meter persegi dan pembuatannya yang tertera pada bibir tangga tertulis 1292 Saka atau 1370 M.  Candi ini menjadi sumber inspirasi pembuat batik dalam menciptakan karya seni. Bentuk Desain Motif pada Usaha Batik “Manggur” Probolinggo perlu dikembangkan agar lebih memliki variasi dan penyusunan motif yang lebih baik.

Motif Batik Mangur “Wayang Manggur”        
Dalam relief ini menceritakan kakimpoi arjunawiwaha, yaitu cerita tentang arjuna yang  bertapa mencari senjata sakti. pada saat bertapa diutuslah  dua  bidadari cantik untuk menggoda arjuna oleh paradewa, bidadari ini merayu arjuna dengan segala cara tetapi arjuna tidak bergeming dari yoganya, relief pada candi kedaton ini yang menjadi sumber inspirasi pembuat batik “Wayang Manggur”.

Batik “Manggur”
Manggur merupakan singkatan antara buah mangga dan anggur yang merupakan ikon dari Probolinggo Buah yang banyak digemari ini menjadi inspirasi para pengrajin batik dalam membuat karya batik khususnya usaha batik “Manggur” yang dimiliki oleh Siti Maikha. Terdapat beberapa motif batik yang dimiliki oleh usaha batik “Manggur” tetapi tetap menggunakan buah mangga dan anggur sebagai ciri khas dari motif itu, baik berupa isian motif ataupun motif utama.

Motif Batik Mangur “Kali Banger”
batik-mangur-kali-bangurKali Banger merupakan salah satu sungai yang ada di kota Probolinggo. Nama Kali Banger berasal dari cerita rakyat yang mengisahkan tentang Minak Jinggo dan Damarwulan yang bertarung sehingga darah dari pertarungan tersebut mengalir ke sungai dan mengakibatkan bau (banger) pada sungai tersebut.

 

Motif Batik Mangur “Angin Gending”
Angin Gending merupakan salah satu angin yang hanya terjadi di kecamatan Gending kabupaten Probolinggo.  Angin ini telah menjadi ciri khas tersendiri dan menjadi inspirasi untuk membuat motif angin Gending.

Motif Batik Mangur “Seribu Taman”  
Batik seribu taman merupakan batik unggulan dari usaha batik “Manggur”. Motif yang menggambarkan tentang bermacam- macam tanaman kota yang ada di sepanjang jalan Probolinggo membuat batik ini banyak digemari karena motifnya yang menarik.

Sebagian besar motif yang diciptakan oleh usaha batik “Manggur” terinspirasi dari cerita pada jaman dulu dan kejadian-kejadian yang pernah terjadi di Probolinggo. Seperti terciptanya motif Kali Banger yang terinspirasi dari cerita pertarungan Minak Jinggo dan Damarwulan, motif Angin Gending yang berasal dari kecamatan Gending, motif Wayang Manggur yang terinspirasi oleh relief candi Lawang Kedaton, dan masih banyak lainnya. Namun dari semua motif yang diciptakan oleh usaha batik “Manggur” Probolinggo, tak lepas dari ciri khas motifnya yaitu mangga dan anggur atau Manggur baik itu sebagai motif pengisi maupun motif utama.

——————————————————————————————-Indah Novitasari, Fera Ratyaningrum (Universitas Negeri Surabaya). Pengembangan Desain Motif Di Usaha Batik “Manggur” Probolinggo. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016, 309–316

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Kota, Probolinggo [Kota], Seni Budaya, Sentra dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s